Beranda OPINI Spirit Sumpah Pemuda ke-90

Spirit Sumpah Pemuda ke-90

1
BERBAGI
Spirit Sumpah Pemuda ke-90 - image  on https://www.cakrawala.co

CAKRAWALA.CO, GARUT – Yakinlah bahwa pemuda selalu menjadi kunci utama dalam setiap perubahan yang ada di negeri ini. Seperti yang telah kita ketahui bahwa, Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa betapa pentingnya peran pemuda sebagai agen of change, yang disinyalir memiliki keunggulan khususnya dari aspek intelektual dan nasionalisme  untuk terus bertransformasi ke arah yang lebih baik.

Usaha transformasi tersebut tentu akan mengalami perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Apabila kita bersedia untuk kembali menelaah sejarah bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 perwakilan-perwakilan pemuda dari berbagai daerah bermusyawarah dan berikrar menyatakan sikap untuk bersama-sama membangun tanah air. Bukan karena budayanya yang sama, bukan karena bahasa yang sama dan bukan karena nenek moyang yang sama. Tetapi karena semangat yang sama untuk Indonesia merdeka. Dan semangat itu terus mengalir menjadi energi baru yang di wujud nyatakan dalam berbagai aspek diantaranya adalah intelektual dan gerakan Indonesia merdeka.

Baca Juga  Peduli Budaya, Pemuda Garut Ini Sisihkan Puluhan Pesaingnya

Sampai pada hari ini 28 Oktober 2018, subjek pemuda yang berbeda dan dengan kondisi yang berbeda pula tetapi frekuensi semangat pemuda harus tetap sama dan bahkan harus lebih dari 28 Oktober 1928. Pemuda hari ini dibenturkan dengan berbagai permasalahan negara yang lebih kompleks, salah satunya adalah pemberitaan informasi palsu atau sering masyarakat kenal dengan berita bohong (hoax). Isu ini tentu sangat membahayakan bagi bangsa dan negara apabila secara terus menerus dikonsumsi publik, tanpa ada upaya penolakan baik dari pemerintah, pemuda dan masyarakat pada umumnya.

Seperti yang telah disampaikan oleh ketua DPD KNPI Kab. Garut Kang Ayi Sasmita dalam forum, beliau menegaskan bahwa pemuda harus cerdas dalam tiga aspek yaitu intelektual, emosional dan spiritual. Karena itulah semangat dan ciri khas dari seorang pemuda. Tanpa ketiganya, maka akan terasa sangat sulit untuk menghindari berita bohong (hoax) itu sendiri, rumusnya adalah apabila pemudanya mudah dibohongi oleh berita bohong maka masyarakatpun akan lebih mudah untuk percaya akan berita hohong itu sendiri.

Disisi lain upaya pemerintah dalam meminimalisir beredarnya berita bohong (hoax), telah ditetapkan dalam hukum positif yang menegaskan bahwa bagi penebar hoax akan dikenakan KUHP, Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang No.40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta tindakan ketika ujaran kebencian telah menyebabkan terjadinya konflik sosial. Maka atas dasar itu berita hoax adalah berita yang sangat terlarang di negara ini.

Baca Juga  Memahami Legalisasi Dokumen Asing dalam Pilkada Kota Gorontalo

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah bagian dari pemuda dan sudah selayaknya HMI Cabang Garut untuk ikut berperan dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam proses berbangsa dan bernegara. Karena setuju ataupun tidak, berita bohong (hoax) ini akan memecah belah persatuan bangsa, saling curiga satu sama lain, saling mengujar kebencian tanpa mengetahui kejelasan dan berbagai hal negatif lain. Oleh karena itu dengan semangat Keumatan dan kebangsaan yang tinggi HMI Cabang Garut selalu berusaha semaksimal mungkin dalam mendedikasikan untuk negara sebagai wujud pengimplementasian insan pengabdi yang tertuang dalam Mission HMI.

Dalam sebuah Forum Grup Discussion (FGD) dengan tema “spirit pemuda dalam menolak hoax” Maka HmI Cabang Garut mendapatkan beberapa kesepakatan dan kesepahaman, yang dilandasi oleh kesadaran bahwa saat ini berita dan informasi bohong (hoax) semakin sering disampaikan melalui sosial media, oleh karena itu demi berbuat bagi bangsa dan Negara Kesatua Republik Indonesia bahwa dengan tegas menolak berita bohong (hoax). Dari forum tersebut dihasilkanlah tiga poin penting yang telah menjadi komitmen bersama antara pemuda dan masyarakat Kab. Garut dalam menyikapi berita bohong (hoax), diantaranya:

Baca Juga  Di NTB, Kapolda Sulsel Pilih Tidur di Tenda Penampungan Bersama Anggotanya

1. Kami segenap elemen pemuda dan masyarakat Kab. Garut menolak hoax dan radikalisme.

2. Kami segenap elemen pemuda dan masyarakat Kab. Garut siap ikut serta menjaga ketertiban dan keamanan daerah maupun keamanan nasional.

3. Kami segenap elemen pemuda dan masyarakat Kab. Garut siap berdaulat untuk merawat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Besar harapan HMI Cabang Garut, dengan adanya sebuah komitmen ini setiap elemen di Kabupaten Garut mampu meminimalisir untuk tidak terjebak pada berita-berita bohong (hoax) dan terhindar untuk menjadi pembuat atau penyebar berita hoax demi Indonesia yang lebih aman, nyaman dan tentram.

Oleh : Muhammad Hasan (Fungsionaris HMI Cabang Garut)

 

Bagaimana menurut Anda ?

komentar