• Minggu, 29 Januari 2023

Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman Tolak Upaya PencabutanTap MPRS XXV dan Tolak Minta Maaf ke PKI

- Kamis, 10 November 2022 | 15:54 WIB
Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman (santosa)
Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman (santosa)


YOGYAKARTA,CAKRAWALA.CO- Bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November, Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman mengajak semua komponen bangsa untuk kembali mengingat jasa para Pahlawan dan memahami sejarah perjalanan bangsa. Dengan demikian, pemahaman atas sejarah berlangsung lengkap dan utuh.

“Setiap anak bangsa wajib memahami sejarah secara paripurna sehingga sejarah adalah sejarah yang tidak bisa diputarbalikan,” tegas Gandung kemarin (10/11).

Gandung Pardiman menyampaikan pernyataan ini sebagai respons atas munculnya desakan kepada pemerintah untuk meminta maaf kepada Presiden pertama RI Soekarno dan keluarganya. Desakan agar negara meminta maaf itu mendapatkan penolakan dari berbagai elemen masyarakat.

Gandung termasuk yang bersuara kritis permintaan tersebut. Dia menilai permintaan maaf itu sudah tidak diperlukan. Masih banyak urusan bangsa yang lebih urgen dibandingkan masalah tersebut.

Gandung Pardiman yang juga menjabat Panglima Gerakan Pasukan Anti Komunis (Gepako) menolak penghapusan Ketetapan MPRS No. XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Pernyataan sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi PKI. Tap MPRS tersebut juga melarang setiap kegiatan menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme.

Golkar DIY menolak penghapusan Tap MPRS No XXV/MPRS/1966 dan menolak meminta maaf kepada PKI,” tegasnya.

Baca Juga: Golkar DIY Mengandalkan Anak Muda dan Kaum Perempuan Menangkan Pemilu 2024

Kembali soal pemahaman sejarah, Gandung mengajak para sejarawan tidak diam membisu melihat dinamika bangsa akhir-akhir ini. Dia meminta para sejarawan bicara secara terbuka soal sejarah pengkhianatan PKI terhadap NKRI. Jangan sampai muncul upaya memutarbalikan fakta.
Anggota Komisi VII DPR RI itu mengaku tidak habis pikir dengan perkembangan dewasa ini. Ancaman bangkitnya PKI bukan isapan jempol. Gejala atau tanda-tanda itu makin nyata muncul di permukaan. Dia kembali mengajak semua anak bangsa tidak bersikap diam. Jika sikap diam itu terus dipelihara, ancaman mengubah Pancasila sangat terbuka terjadi.

“Ini masalah ideologi. Tidak ada tawar menawar dengan ideologi. Pancasila dalam posisi terancam, kita jangan hanya diam,” serunya.

Gandung juga mengajak TNI/Polri bersikap tegas menghadapi ancaman bangkitnya komunisme. TNI/Polri merupakan pilar utama bangsa dalam mengawal dan menjaga Pancasila.

Halaman:

Editor: Santoso Suparman

Tags

Terkini

Gerindra dan PKB Resmikan Sekretariat Bersama

Senin, 23 Januari 2023 | 22:16 WIB

Cak Nun Bilang Jokowi Ibarat Firaun PKB Pasang Badan

Minggu, 22 Januari 2023 | 23:40 WIB

Ternyata Ini alasan Ridwan Kamil Masuk Golkar

Minggu, 22 Januari 2023 | 23:01 WIB

Ridwan Kamil Resmi Masuk Golkar Siap-siap ke DKI-1?

Minggu, 22 Januari 2023 | 22:15 WIB
X