• Minggu, 5 Februari 2023

GNPR 411 Akan Gelar Aksi Demo di Istana Negara Jumat Besuk, Desak Presiden Jokowi Mundur

- Kamis, 3 November 2022 | 09:49 WIB
GNPR 411 menyebarkan undangan melalui media sosial, mengajak aksi demo di depan Istana Negara Jumat 4 November 2022, untuk menurunkan Presiden Jokowi ( foto/ist)
GNPR 411 menyebarkan undangan melalui media sosial, mengajak aksi demo di depan Istana Negara Jumat 4 November 2022, untuk menurunkan Presiden Jokowi ( foto/ist)

Jakarta, Cakrawala.co- Gerakan Nasioal Pembela Rakyat ( GNPR) 411 akan menggelar aksi demo di depan Istana Negara, Jumat ( 4/11/2022 ), pukul 13.00 WIB.

Aksi akan dimulai dari Masjid Istiqlal Jakarta, untuk kemudian bergerak menuju depoan Istana Negara. Aksi ini ( seperti tertera dalam undangannya di medsos ) akan mendesak Presiden Jokowi mundur.

Dalam undangannya GNPR 411 menyatakan dengan jelas dan tegas bukan sekedar menuntut penurunan harga BBM, atau turunkan harga sembako, tetapi “Legowolah Jokowi Mundur”.

GNPR 411 berencana akan membawa masa untuk sholat Jumat di Masjid Istiqlal, kemudian baru bergerak menuju Istana Negara. “Mulai jam 13.00 hingga usai”.

Dalam undangannya tidak disebutkan sama sekali adanya tuntutan lain kepada  pemerintah seperti turunkan harga BBM, atau turunkan harga sembako, seperti aksi-aksi mereka sebelumnya.

Pernyataan GNPR 411 hanya “Legowolah Jokowi Mundur”, dan ditulis dengan menggunakan hurup bold, di sudut kiri benner undangan.

Undangan aksi yang disebar oleh GNPR ini setidaknya sudah beredar di media sosial sejak seminggu lalu, dan baru dua hari  terakhir ini mendapatkan reaksi warganet, dengan beragam komentar.

Tertera dalam undangan yang disebarkan melalui media sosial,  disertai foto diri penanggungjawab aksi yakni Panglima GNPR 411, Slamet Maarif, dan Korlap Aksi GNPR 411  Buya Husein.

Aksi Bela Rakyat  411 adalah aksi  demo keempat kalinya yang diinisiasi oleh GNPR. Dewan Presidium GNPR terdiri dari  Ketua Umum Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Muhammad Alatas, Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) Yusuf Martak, Ketua Umum Persaudaraan 212 (PA 212), KH. Rd. Abdul Qohar, mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua, dan aktivis Marwan Batubara serta Ustadz Slamet Ma'arif.

Halaman:

Editor: Suyono Sugondo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gerindra dan PKB Resmikan Sekretariat Bersama

Senin, 23 Januari 2023 | 22:16 WIB

Cak Nun Bilang Jokowi Ibarat Firaun PKB Pasang Badan

Minggu, 22 Januari 2023 | 23:40 WIB

Ternyata Ini alasan Ridwan Kamil Masuk Golkar

Minggu, 22 Januari 2023 | 23:01 WIB

Ridwan Kamil Resmi Masuk Golkar Siap-siap ke DKI-1?

Minggu, 22 Januari 2023 | 22:15 WIB
X