• Senin, 5 Desember 2022

Catatan Reuni 212: Victor Laiskodat Menggema di Monas

- Senin, 4 Desember 2017 | 19:06 WIB
JAKARTA, CAKRAWALA.CO,- Nama Victor Laiskodat tiba-tiba menggema di Monas  saat Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2017. Seperti ada yang mengomando, tiba-tiba terdengar suara kompak: "Tangkap, tangkap, tangkap si Victor. Tangkap si Victor sekarang juga.” Victor Laiskodat adalah anggota DPR RI dari Partai Nasdem dari daerah Pemilihan NTT II pada pemilihan legislatif 2014. Saat ini ia menjadi Ketua Fraksi Nasdem. Ia rajin turun ke Dapil  karena ia didorong menjadi calon Gubernur NTT. Ketika berpidato di NTT pada Agustus 2017, ia diduga menista agam dan menyebar kebencian SARA, karena menuduh empat Partai sebagai pendukung khilafah, yakni Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN. Ia juga menyebut kalau Indonesia berlaku khilafah maka NKRI tidak ada, semua harus salat, dan gak boleh ada gereja. Victor Laiskodat (merahputih.com) Ia tampak sekali Islamophobia dan menghasut masyarakat. Sampai-sampai ia mengatakan, "kita bu*uh pertama mereka sebelum kita dibu*uh.” Ia juga mengatakan, "Celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya kelompok ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra, partai nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, partai nomor empat namanya PAN," kata Victor Laiskodat (Selengkapnya baca detik.com, 4/8/2017. Ini Linknya: https://news.detik.com/berita/d-3585891/tuduh-gerindra-pd-pks-pan-intoleran-ini-pidato-viktor-laiskodat). Sampai sekarang kasus Victor Laiskodat masih belum jelas kelanjutannya. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak mengatakan bahwa penyidik tak bisa menindaklanjuti kasus Viktor Laiskodat, karena ia memiliki hak imunitas, yang berarti dihentikan penyidikannya. Hari berikutnya Mabes Polri meluruskan tidak ada SP3 dalam kasus Victor Laiskodat. Dikatakan bahwa polisi masih terus melakukan penyidikan dan menunggu sidang MD3 di DPR. (fur)  

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X