Hukum Mengolok Nabi Muhammad SAW dalam Islam

- Minggu, 20 November 2022 | 00:32 WIB
Kaligrafi Nabi Muhammad SAW didalam bangunan masjid Hagia Sofia Turki (Sumber foto: Istimewa)
Kaligrafi Nabi Muhammad SAW didalam bangunan masjid Hagia Sofia Turki (Sumber foto: Istimewa)



CAKRAWALA.CO- Sebagai nabi terakhir yang diutus Allah SWT dalam misi pembawa rahmat bagi seluruh alam serta menyempurnakan akhlak manusia, Baginda Muhammad SAW selalu mendapatkan berbagai ujian, hinaan dan olok-olokan dalam tugas kenabiannya dari kaum kafir dan munafik. Tak hanya berlaku pada umat terdahulu melainkan terbawa hingga sekarang.

Dalam islam, hukum menghina, mencela dan mengolok-olok Nabi dan Rasul termasuk kekufuran dosanya lebih besar dari pada kemurtadan. 

Baca Juga: Komedian Sule, Mang Sawi, dan Budi Dalton Dilaporkan ke Bareskrim Polri Dianggap Menghina Nabi Muhammad

Bila celaan itu berasal dari seorang muslim maka merupakan kemurtadan dan bernilai lebih, sebagaimana telah dijelaskan dalam al-quran.

Pandangan Abdullah Ahmad Qadiri Siapa pun yang menghina Allah SWT atau menghina salah seorang dari Rasul-Nya, atau menghina salah satu dari malaikat-nya berarti, ia telah kafir.

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman dalam QS. At-Taubah, 9: (65-66) “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman”

Ayat ini menunjukkan bahwa siapa pun yang mengolok-olok Allah SWT atau syariatnya maupun rasul-nya, maka dirinya telah kafir.

Dari dalam diri para pengolok itu, Allah SWT lebih mengetahui apa yang mereka hendak lakukan kepada Nabi dan Rasul-nya.

Baca Juga: Permintaan Maaf Budi Dalton Tak Berlaku, Pelawak Sule dan Mang Sawi Ikut Dipolisikan lantaran Hina Rosululloh

Halaman:

Editor: Ifan Gusti

Tags

Terkini

10 Nama Bayi Perempuan Bermakna Surga

Senin, 23 Januari 2023 | 18:26 WIB

Lelaki dan Burung

Rabu, 11 Januari 2023 | 19:14 WIB
X