• Jumat, 9 Desember 2022

Barak Prihatin, Kondisi PT KS Menurun Para Direksi Malah Bermobil Mewah

- Kamis, 13 Juli 2017 | 20:32 WIB

CILEGON BANTEN CAKRAWALA.CO ,- Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak) kembali menyoroti ulah para petinggi PT Krakatau Steel (Persero) yang dinilainya saat ini kondisi kemampuan perusahaan semakin menurun.

Danil Kodinator Barak  menyampaikan keheranannya dengan ulah para Direksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk diduga kuat malah membeli sejumlah mobil yang tegolong mewah untuk kegiatan operasional mereka.

“Tak bisa diterima akal sehat, karena bagaimana mungkin sampai terpikir untuk menggunakan kendaraan mewah dilahan parkir perusahaan yang hampir terpuruk,”Kata Danil dalam rilisnya yang diterima redaksi, Kamis (13/7/2017).

Danil meminta pemerintah perlu lebih tegas dan benar-benar selektif dalam menetapkan siapa saja yang patut mengurus BUMN kebanggaan nasional itu, sebelum benar-benar ambruk ditangan yang salah.

Menurtnya seperti diketahui, kinerja PT KS dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukan trend menurun, bahkan sampai menjual anak perusahaannya, PT Latinusa, pada Nippon Steel Corporation.

“Begitu pula pada medio 2012-2013, PT KS tercatat mengalami kerugian yang diduga akibat miss management, termasuk adanya dugaan KKN. Namun dikala management melaporkan berbagai kendala yang dihadapi perusahaan, disaat bersamaan para Direksi diduga kuat justeru masing-masing membeli mobil tergolong mewah.”Ungkap Danil

Dari informasi dan data yang terhimpun oleh Barak, hingga  akhir 2013, tujuh unit mobil Toyota Camry 2.5 V A/T Tahun 2013 dalam kondisi baru tercatat dibeli atas nama pribadi para Direksi.

“Persoalan ini mestinya cukup untuk pemerintah bangkit dan segera mengambil sikap penyelamatan. Jangan lupa, PT KS adalah wujud dari pelaksanaan proyek Trikora yang di inisiasi oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, pada tahun 1960.”Ujarnya prihatin.

Lebih lanjut Danil menuturkan, saat didirikan pada 20 Mei 1962, perusahaan yang dahulu bernama Cilegon Steel Mill itu kerjasama dengan Tjazpromexport dari Uni Soviet. Namun karena terjadi gejolak politik dan ekonomi, maka kemudian baru beroperasi pada 31 Agustus 1970 dengan nama Krakatau Steel.

Sementara itu ketika jurnalis cakrawala.co menghubungi salah satu direktur di Perusahaan Plat Merah tersebut hingga saat ini belum mendapatkan respon***Gun

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Hukum Mengolok Nabi Muhammad SAW dalam Islam

Minggu, 20 November 2022 | 00:32 WIB
X