Beranda PERISTIWA HUKUM & KRIMINAL Protes Terhadap PN Bantul, Sejumlah Pengacara Walk Out

Protes Terhadap PN Bantul, Sejumlah Pengacara Walk Out

1
BERBAGI
Protes Terhadap PN Bantul, Sejumlah Pengacara Walk Out - image IMG-20181105-WA0038-640x360 on https://www.cakrawala.co

BANTUL JOGJAKARTA CAKRAWALA.CO ,- Merasa diperlakukan tidak adil oleh Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Yogyakarta terkait gugatan sidang praperadilan kasus penggelapan mobil, sejumlah penasehat hukum dari Lembaga Konsultan dan Bantuan Hukum Pandawa walk out saat sidang perdana kasus penggelapan mobil dengan terdakwa Edi Susanta, klien LKBH Pandawa, Senin (5/11/2018).

Direktur LKBH Pandawa, Thomas Nur Ana Edi Dharma usai sidang menjelaskan, tim penasehat hukum Edi Susanta, sudah mendaftarkan gugatan praperadilan pada 22 Oktober 2018. Oleh panitera PN Bantul sidang dijadwalkan Selasa (6/11/2018). Sementara kasus penggelapan yang menjerat kliennya, Edi Susanta baru dilimpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul ke PN Bantul pada 30 Oktober. Namun jadwal sidang untuk kasus pidana penggelapan mobil yang didahulukan, yakni hari Senin (5/11/2018) atau sehari lebih dulu dengan jadwal sidang praperadilan.

Baca Juga  Kodim 0611 Garut Amankan Ratusan Botol Miras

“PN Bantul telah bertindak tidak adil dengan menjadwalkan pokok perkara terlebih dahulu dibandingkan dengan sidang praperadilan yang kami daftarkan jauh hari sebelum kasus dilimpahkan,” ujar Thomas sedikit kesal yang didampingi rekan – rekannya.

Akibat penetapan jadwal sidang pokok perkara digelar sehari menjelang agenda sidang praperadilan, maka sidang praperadilan yang sebenarnya sudah dijadwalkan menjadi gugur.

” jelas ini tidak adil dan kami akan membawa kasus Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Kejaksaan Agung atas ketidakadilan ini,” tegas Thomas.

Baca Juga  Perampok yang Minta Oral Sex Ditangkap

Lebih lanjut Thomas menjelaskan, bahwa gugatan praperadilan diajukan karena kliennya Edi Susanta, warga Panjangrejo Pundong ini ditetapkan menjadi tersangka atas laporan pengelapan mobil Grand Livina milik tetangganya, Novita Sari. Edi meminjam mobil Novita untuk taksi online. Jauh sebelum Edi menjadi terdakwa yakni pada 18 Mei 2018, Edi telah melaporkan kasus pengelapan mobil milik novita yang digunakannya untuk taksi onlie oleh salah satu penumpangnya bernama Rendi di Polres Kulonprogo. Sampai saat ini masih dalam penyelidikan oleh polres kulonprogo dan pihak polres berupaya menangkap Rendi sebagai pelaku penggelapan.

Baca Juga  Polres Garut Amankan Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid di Acara Santri

Humas PN Bantul Koko Riyanto kepada wartawan menyebut sidang pokok perkara kasus penggelapan mobil yang dilaksanakan Senin (5/11/2018) hari ini sudah sesuai dengan jadwal yang disusun panitera. Soal kenapa sidang pokok peradilan dilaksanakan sebelum sidang praperadilan dilaksanakan, Koko mengaku tidak berhak menjawab.

“Setiap pengajuan perkara yang masuk sudah kita susunkan jadwalnya. Sidang pokok peradilan dan praperadilan dengan terdakwa Edi Susanta sudah dijadwalkan dengan majelis hakim yang berbeda,” pungkasnya. ( okta )

Bagaimana menurut Anda ?

komentar