Home NASIONAL Polres Garut Akui Tingkat Kecelakaan Lalin Angkutan Umum Masih Cukup Tinggi

Polres Garut Akui Tingkat Kecelakaan Lalin Angkutan Umum Masih Cukup Tinggi

0
SHARE
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna bersama jajaran satuan lalu lintas, foto JMB

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,- Satuan Lalu Lintas (satlantas ) Polres Garut merilis bahwa tingkat kecelakaan Lalu Lintas pada angkutan umum diwilayah hukum Kabupaten Garut masih cukup tinggi.

Menurut Kanit Turjawali pada Satlantas Polres Garut, Ipda Erwin mengatakan tingginya angka kecelakaan tersebut terjadi akibat berbagai faktor sehingga tidak jarang korbannya mengalami luka berat hingga meninggal dunia.

“Ada berbagai faktor yang menjadi pemicunya, seperti human error, kondisi kelayakan kendaraan, hingga kondisi sarana pra sarana jalan,” kata Erwin, Rabu (13/2/2019).

Erwin menyebut dilihat dari kelayakan kendaraan, tidak jarang pengemudi memaksakan kendaraan digunakan dalam kondisi ban yang gundul dan rem blong.

Baca Juga  Bangga Dengan Pahlawan, Istri TNI/Polri ini Ziarah Makam Nasional

“Ada juga pemicu kecelakaan itu human error. Ini biasanya pengemudi memaksakan berkendara selama 24 jam penuh untuk bisa mencapai target. Ini membahayakan,” katanya.

Ia menambahkan tidak jarang juga pengemudi memacu kendaraan dengan kecepatan yang tinggi karena tidak ingin penumpang diambil yang lainnya. Padahal dalam menjalankan kendaraan ada batasan kecepatan untuk di dalam kota hingga di jalur provinsi dan nasional.

“Memang untuk pembuktian masalah kecepatan ini kita belum bisa melakukan pembuktian. Kita saat ini belum memiliki alat untuk me detemsi kecepatan ke daraan. Yang bisa kita lakukan adalah penertiban dengan kegiatan razia kendaraan,” jelasnya.

Sarana prasarana jalan pun tidak luput dari faktor penyebab angkutan. Kondisi jalan yang berlubang hingga persoalan penerang jalan menjadi faktor pemicunya.

Baca Juga  Diteriaki Rujuk dengan Prabowo, Titiek Soeharto Tersenyum Dan Menjawab Insyaallah

“Galian di pinggir-pinggir jalan yang selama ini sering terlihat, tidak jarang juga ikut menjadi penyebab kecelakaan, khususnya di musim hujan. Saat proses penggalian dilakukan dan tanah ini disimpan diatas jalan, saat hujan terbawa air dan menjadikan jalan licin sehingga kecelakaan pun terjadi,” ungkapnya.

“Mungkin secara jumlah, angka kecelakaan angkum ini tidak banyak. Tapi kita melihat pada dampaknya. Seperti elf memacu kecepatan tinggi, tabrakan dengan dengan motor yang pengendaranya ga pake helm jadi ya fatal,” ungkapnya.

Untuk angka pelanggaran di Kabupaten Garut sendiri, kata Erwin, jika dirata-ratakan setiapnharinya lebih dari 100 pelanggar. Dari jumlah tersebut, 25 persen diantaranya yang ditindak adalah mereka yang berpotensi fatalitas kecelakaan.

Baca Juga  Prabowo dan Kelompok Kritis Upacara HUT RI 72 di UBK

“Sebetulnya angka tersebut lebih kecil daei tahun sebelumnya. Masyarakat sedikit demi sedikit sudah mulai tertib. Tapi memang masih ada saja yang melanggar dengan berbagai alasan,” katanya.***jmb

Bagaimana menurut Anda ?

komentar