Beranda SENI & HIBURAN PARIWISATA PHRI Garut Ingatkan Agar Pengelola Hotel-Hotel Besar Tidak Ekslusif dan Menutup Diri

PHRI Garut Ingatkan Agar Pengelola Hotel-Hotel Besar Tidak Ekslusif dan Menutup Diri

0
BERBAGI
PHRI Garut Ingatkan Agar Pengelola Hotel-Hotel Besar Tidak Ekslusif dan Menutup Diri - image  on https://www.cakrawala.co
Tanto Sudianto Rieza, Sekretaris BPC PHRI Garut, foto JMB

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,- Mencermati tumbuh dan terus berkembangnya layanan akomodasi paiwisata baru di Kabupaten Garut seperti bermunculannya sejumlah hotel restran serta destinasi wisata baru, Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Garut menyatakan optimis Kabuaten Garut semakin kuat sebagai daerah tujuan terkemuka di Jawa Barat dan Indonesia.

” hadirnya beberpa hotel besar seperti Hotel Santika Garut, Hotel Harmoni ini menandakan Garut telah dilirik oleh para investor besar sebagai daerah yang memiliki prospek baik dalam pengembangan usaha dan bisnis akomodasi wsiata,”Kata Tanto Sudianto Rieza Sekretaris PHRI Kabupaten Garut kepada cakrawala.co, Jumat (10/8/2018).

Tanto menyebut anugrah alam Garut yang cantik dan elok telah menempatkan Garut sebagai kawasan dengan banyak destinasi wisata seperti wisata alam, wisata religi, wisata minat khusus dan wisata sejarah berikut keragaman seni, budaya , kuliner dan produk khas didalamnya.

Baca Juga  Singkirkan Semua Bualan Tentang HAM Bagi Teroris

“Maka untuk itu hadirnya hotel hotel bintang berkelas internasional di Garut diharapkan tidak hanya untuk mengejar bisnis dan profit belaka, tetapi harus turut serta terlibat aktif didalam kelangsungan dan pelestarian alam Garut sebagai mana bisnis tersebut bersandar dari potensi alam tersebut.”ungkapnya.

Tanto mengingatkan jangan sampai alam Garut yang indah dan sejuk kemudian menjadi rusak dan tercemar akibat todak adanya komitmen yang sama dalam memahami kebijakan pembangunan dan investasinya.

“salah satunya keberadaan hotel harus merepresentasikan promosi dan pemasaran produk produk lokal sehingga kearifan lokal yang ada dapat tumbuh berkembang beriringan dan saling melengkapi.”pintanya.

Baca Juga  Menhan Benarkan BIN Beli Senjata Pindad

Sementara sejauh ini lanjut Tanto jika mencermati geliat dan hadirnya beberapa akomodasi baru telah menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Garut agar  lebih serius didalam menata regulasi yang meliputi pembangunan kawasan wisata, infrastruktur, kesadaran wisata masyarakat, dan menjaga bisnis akomodasi dapat berjalan sehat melalui kajian kajian yang tepat.

“Ini penting untuk menyeimbangkan jumlah kunjungan wisata dengan tumbuhnya hotel-hotel baru kedepannya, karena dengan tidak seimbangnya jumlah kunjungan wisata dengan jumlah hotel dikhawatirkan akan terjadi persaingan tidak sehat yang dapat mematikan akomodasi kecil dan sektor ekonomi lainnya terutama yang dikelola oleh masyarakat lokal nantinya.”paparnya.

Baca Juga  Mutasi Dibatalkan, Apa Salah Jenderal Gatot?

Selebihnya Tanto menghimbau kepada seluruh pengelola  hotel dan restoran terutama hotel dan restoran yang baru agar tidak eklusif  serta dapat bergabung dalam keanggotaan PHRI Garut sebagai asosiasi formal bagi para pengusaha Hotel dan Reston sehingga nantinya dapat bersama sama berkomunikasi, berdiskusi dan bertukar wawasan didalam membangun dan mengembangkan pariwisata daerah ke arah yang lebih baik.

“Ini tidak kalah pentingnya agar dapat tercipta sinergitas antar pihak meliputi pengusaha, pemerintah, dunia pendidikan serta  masyarakat sekitarnya yang menjadi salah satu faktor penentu kesinambungan bisnis pariwisata kedepanya.”pungkasnya.***JMB

Bagaimana menurut Anda ?

komentar