Ini Penjelasan BMKG Mengapa Gempa Cianjur Tak Besar Tapi Merusak

- Senin, 21 November 2022 | 16:50 WIB
Warga Korban gempa bumi di Desa Gasol, Munjul, Cugenang Cianjur Jawa Varat (Instagram)
Warga Korban gempa bumi di Desa Gasol, Munjul, Cugenang Cianjur Jawa Varat (Instagram)

JAKARTA, CAKRAWALA.CO – Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa magnitudo (M) 5,6 yang terjadi di Cianjur termasuk dalam kategori gempa dangkal.

Namun gempa tersebut bersifat merusak, karena Cianjur dan beberapa wilayah di Jawa Barat, termasuk dalam kawasan seismik aktif, sehingga termasuk dalam kategori daerah rawan gempa.

"Perlu kita ketahui bahwa wilayah Sukabumi, Cianjur, Lembang, Purwakarta, Bandung secara tektonik merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks, disebut aktif memang kawasan ini sering terjadi gempa," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Baca Juga: Korban Gempa di Desa Gasol, Munjul, Cianjur Jawa Barat Perlu Pertolongan Segera

Daryono menambahkan, wilayah tersebut juga cenderung sering terdampak gempa dangkal, karena terdapat beberapa sesar yang ditemukan di wilayah itu.

"Jadi kompleksitas tektonik ini memicu, berpotensi memicu terjadinya gempa kerak dangkal atau shell low crustal earthquake, fakta tektonik semacam ini menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan rawan gempa secara permanen, dan dengan karakteristik gempa kerak dangkal atau shell low cluster earthquake ini," jelas Daryono.

Itulah mengapa gempa di Cianjur yang terjadi beberapa saat lalu itu bersifat merusak walaupun kekuatan magnitudonya tidak besar.

"Karakteristik gempa kerak dangkal atau shell low cluster earthquake ini, itu gempanya tidak harus berkekuatan besar untuk menimbulkan kerusakan, karena gempanya rata-rata dangkal ya, bisa kurang dari 10 kilometer, bisa kurang dari 15 kilometer, dan itu tidak butuh kekuatan besar misalnya di atas (magnitudo) 7, tapi kekuatan (magnitudo) 4, 5, 6 itu bisa timbulkan kerusakan yang signifikan," jelasnya.

Sejauh ini, BNPB menyatakan gempa di Cianjur telah menewaskan 42 orang dan melukai sekitar 700 korban lainnya yang tersebar di beberapa kecamatan.***

Halaman:

Editor: Endang Suryana

Sumber: BMKG

Tags

Terkini

X