• Selasa, 29 November 2022

“BNN Mengajar” Ajak Siswa Jauhi Narkotika

- Senin, 24 Juli 2017 | 15:22 WIB
SIDOARJO, CAKRAWALA-Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Jawa Timur terus menggalakkan sosialisasi terkait penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar. Kali ini, BNN Propinsi Jatim menyosialisasikan penyalahgunaan narkoba di SMA Muhammadiyah Sidoarjo 2 (SMAMDA), Senin 24 Juli 2017. Kegiatan yang diselengarakan di Aula SMAMDA, dibuka oleh Ibu Kepala Sekolah Wigatiningsih, M.Pd. Dalam pidatonya Wigatiningsih mengatakan ada 5 ciri kecerdasan yang dimiliki oleh orang yang sukses. Yakni Kecerdasan Spiritual, Emosi, Intelektual, Ketangguan dan Kreatifitas. Supaya dinyatakan sukses salah satu yang dilalui orang tersebut harus bebas dari bahaya narkotika. Sementara itu, Kepala BNN Propinsi Jawa Timur Brigjen Pol Drs. Fatkhur Rahman menegaskan sosialisasi ini dilakukan serentak disuluruh Indonesia pada masa penerimaan siswa-siswi baru. “Sosialisasi yang dilakukan BNN Jatim bekerjasama dengan SMAMDA ini merupakan momen yang pas bagi kami. Karena masih dalam orientasi siswa,” Ujarnya. Masih menurut alumni SMAMDA  Tahun 1981, penyalahguaan narkoba didominasi oleh usia 15 sampai 35 tahun. Sedangkan peringkat tertinggi yaitu dikalangan pelajar karena hampir 30 persen, baik tingkat SMA maupun Mahasiswa. Maka dari itu, dirinya sangat intent dan perhatian sekali khusunya para pelajar. Karena diusia-usia mereka masih pancaroba menuju usia dewasa, kalau mereka salah pergaulan sangat berbahaya. Meski menduduki 30 persen, sejauh ini pihaknya belum menemukan dengan adanya pelajar yang menjadi kurir maupun bandar narkoba. “Kebanyakan dari mereka hanya pemakai saja. Tapi kalaupun ada, menjadi peluang bagi kami untuk mengungkap dan menghentikan segera,” ucapnya. Disinggung terkait adanya peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), pihaknya merasa kesulitan karena itu wilayah Menteri Hukum dan Ham khususnya Kalapas dan sipir. “Kami merasa kesulitan. Karena kami sudah membaca dan mendeteksi kita bergerak dan masuk barang buktinya hilang,” diakuinya. Hal itu dimungkinkan karena adannya keterlibatan oknum yang ada di dalam Lapas. “Bisa jadi demikian. Kan gak mungkin napi itu bergerak sendiri tanpa adanya kurir yang membawa dari luar kemudian diedarkan di dalam dan pengendaliannya dari dalam kemudian diedarkan diluar,” ucapnya Dengan banyaknya hal semacam itu seperti kejadian di Lapas kelas I Surabaya di Porong beberapa minggu lalu, pihaknya terus mengingatkan baik kepada Kakanwil maupun Kepala Divisi pemasyarakatan agar mengingatkan sipir tidak coba-coba menjadi bandar narkoba. Sudah kita buktikan sipir terpaksa ditembak kakinya. Kalau masih ada juga. (rizal)  

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gempa Goncang Kota Padang 4.6 SR

Minggu, 27 November 2022 | 20:05 WIB

Bus MPM Tabrak Truk 3 Orang Luka di Tanah Datar

Senin, 21 November 2022 | 17:58 WIB
X