• Selasa, 29 November 2022

Di-PHK Sepihak, Karyawan Sindo Jateng Lapor Disnaker

- Selasa, 11 Juli 2017 | 16:32 WIB

SEMARANG CAKRAWALA.CO , - Puluhan karyawan Koran Sindo Biro Jawa Tengah mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, Jalan Ki Mangunsarkoro, Selasa (11/7). Mereka melaporkan tindakan perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

"Bekerja di perusahaan yang kelihatannya besar bukan jaminan mendapat kesejahteraan yang layak sesuai peraturan perundangan," kata Koordinator Paguyuban Solidaritas Sindo Jateng (Sijateng), Agus Joko Mulyono.

Selain melapor tentang nasib mereka yang di PHK sepihak tanpa pesangon sesuai undang-undang, puluhan karyawan MNC Grup ini juga menggelar aksi keprihatinan di halaman kantor Disnaker.

Dalam aksinya, karyawan Koran Sindo Jateng membawa spanduk bertuliskan sejumlah tuntutan. Seperti tolak PHK Sepihak, Berikan Pesangon Sesuai Undang-Undang, Mana Janjimu Ingin Sejahterakan Rakyat, Pak HT?, serta tuntutan-tuntutan lainnya.

"Lawan ketidakadilan terhadap jurnalis dan insan media. Lawan kedzoliman para pemilik modal, berikan hak kami sesuai undang-undang," teriak koordinator aksi Budi Romandhoni yang diamini rekan sejawatnya.

Agus menerangkan kronologis PHK karyawan Koran Sindo Jateng bemula dari pertemuan pada tanggal 5 Juni 2017 lalu. Saat itu, sejumlah direksi dan HRD Koran Sindo pusat mendatangi Kantor Biro Jateng untuk mengumumkan bahwa Biro Jateng tutup dan karyawannya di-PHK.

"Yang jadi persoalan, saat itu kami dipanggil satu-satu dan perusahaan mengatakan tidak bisa memberi pesangon. Mereka hanya menjanjikan tali asih atau uang kebijaksanaan. Kami menolak," bebernya.

Pertemuan pertama deadlock, perusahaan juga tidak segera menunjukkan itikad baik menggelar pertemuan kedua. Bahkan jelang Lebaran, pada tanggal 23 dan 24 Juni, para karyawan mendapat surat PHK dan mutasi. "Ini benar-benar dzolim. Belum ada kesepahaman pesangon malah kami dapat surat PHK dan mutasi. Ini sudah tidak benar, selesaikan dulu hak-hak karyawan," tegas karyawan yang sudah bekerja sebagai reporter di Koran Sindo sejak 2006 ini.

Karena tidak ada kejelasan pesangon, sebanyak 28 karyawan yang bersikukuh pesangon sesuai UU berinisiatif mengundang perusahaan untuk bipartit. Hingga dua kali undangan dikirim, perusahaan tidak juga merespon sampai pada akhirnya karyawan mengadu sekaligus meminta Disnaker memfasilitasi tripartit.

Agus menambahkan, karyawan tidak keberatan dengan PHK yang dilakukan perusahaan. Asalkan hak-hak karyawan diberikan dengan baik, sesuai undang-undang.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gempa Goncang Kota Padang 4.6 SR

Minggu, 27 November 2022 | 20:05 WIB

Bus MPM Tabrak Truk 3 Orang Luka di Tanah Datar

Senin, 21 November 2022 | 17:58 WIB
X