• Jumat, 9 Desember 2022

Dusun Klipoh, Pelestari Gerabah Borobudur

- Kamis, 20 Juli 2017 | 15:16 WIB

MAGELANG, CAKRAWALA.CO - Gerabah tak ada matinya. Begitu kira-kira gambaran tentang kehidupan para perajin gerabah di Borobudur Magelang Jawa Tengah. Meski terus ditekan dengan peralatan rumah tangga pabrikan, para perajin gerabah tetap bertahan. Kerajinan mereka kini terus berkembang dan membuat desa ini menjadi desa wisata gerabah.

Berada di Dusun Klipoh Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang ini suasana damai khas desa pegunungan benar-benar terasa. Letaknya berada persis di sebelah barat Candi Borobudur. Hamparan gerabah tanah liat dan kesibukan para perajinnya langsung menyergap mata. Yap, Dusun Klipoh adalah sebuah sentra kerajinan gerabah di Kabupaten Magelang. Sebagian besar penduduknya adalah perajin gerabah turun temurun.

Jejak warisan seni nenek moyang terwakili pada gerabah karya mereka yang sebagian besar adalah gerabah tempo dulu. Dibuat untuk keperluan rumah tangga. Seperti gentong, kendil, wajan tanah liat, tungku, dan lain-lain. Menurut Supoyo, salah satu perajin gerabah, desa ini menjadi pemasok utama gerabah yang sangat dibutuhkan warga desa-desa di Magelang. Terutama warga pegunungan yang masih setia menggunakan gerabah sebagai alat memasak dan alat kebutuhan rumah tangga.

"Sejak jaman mbah-mbah kami dulu, gerabah yang dibuat lebih bersifat fungsional. Jadi yang bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Dan itu masih terus dibuat sampai sekarang," kisah Supoyo. Tanah liat di sini, tambahnya, bukanlah bahan yang sulit didapat, karena alam Dusun Klipoh cukup kaya dengan kebutuhan tanah liat. Para perajin tinggal pesan saja kepada pemilik lahan dan tanah liat pun dikirim.

"Ada yang memang khusus bekerja menggali lempung untuk bahan baku gerabah. Ada yang dari Dusun Klipoh sendiri, ada juga yang dari dusun-dusun tetangga. Biasanya dijual per bak mobil pick up," sambung Supoyo yang juga menjadi ketua Kelompok Perajin Gerabah Klipoh ini.

Proses pembuatan grabah, foto omjk

Meski sederhana, namun pembuatan gerabah klipoh ini butuh proses panjang. Dari mengolah tanah liat, memutar dan membentuknya sesuai keinginan, menjemur, hingga membakarnya menjadi gerabah yang matang. Di musim kemarau, dalam sehari setiap perajin bisa membuat 30 gerabah. Namun di musim hujan, paling banter mereka membuat 15 buah gerabah saja.

Sebagian besar para perajin gerabah untuk alat rumah tangga ini adalah wanita tua. Umurnya antara 50 hingga 80 tahun. Memang cukup sulit mencari penerus. Paling tidak hingga tahun 2000-an gerabah klipoh ini bisa dibilang jalan di tempat. Sampai kemudian ada sebuah gerakan dari beberapa tokoh Dusun Klipoh yang mampu menggugah semangat untuk terus mempertahankan seni gerabah ini. Apalagi setelah desa wisata menjadi salah satu tren yang banyak diminati, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Mereka berkeliling desa yang berada di sekitar Candi Borobudur, termasuk Dusun Klipoh ini. Para wisatawan juga bisa ikut belajar langsung bagaimana cara membuat gerabah.

Lama-lama Dusun ini pun bergeliat. Gerabah tradisional tetap laku karena banyak restoran yang kini memakai gerabah untuk menghidangkan makanan. Sementara anak-anak muda pun juga mulai tertarik membuat gerabah, khususnya yang didesain untuk souvenir wisata.

"Kita sedang berjuang agar anak-anak muda di sini mau meneruskan apa yang sudah dirintis para pendahulu. Salah satu caranya dengan inovasi bentuk dan fungsi gerabah sebagai barang hiasan. Harga yang didapat lebih bagus, sehingga menarik secara ekonomi," papar Supoyo.

Salah satu yang khas dari gerabah Klipoh, lanjutnya, adalah bahan pembakarnya. Lain dengan gerabah yang biasanya dibakar dengan kayu atau kulit padi, gerabah di sini dibakar dengan daun-daunan.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Eksotisme Tahura Lae Kombih

Minggu, 16 Oktober 2022 | 23:02 WIB

Sail Tidore Bakal Jaring 50 Ribu Wisatawan

Rabu, 12 Oktober 2022 | 14:56 WIB

Novavil Travel Haji dan Umroh buka Biro-Agen di Halsel

Kamis, 22 September 2022 | 13:30 WIB

Lebih Produksi dengan Internet

Kamis, 2 Desember 2021 | 22:19 WIB
X