• Selasa, 29 November 2022

Revolusi Kabupaten Bantaeng Ditangan Dingin Seorang Profesor

- Minggu, 16 Juli 2017 | 13:10 WIB
BANTAENG, CAKRAWALA.CO- Bantaeng.... mungkin sebagian masyarakat di Indonesia baru mengenal Kabupaten Bantaeng dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, Bantaeng adalah sebuah kota kecil yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 125 km ke arah selatan dari Kota Makassar, Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan yang terletak di kaki Pulau Sulawesi. Memiliki pantai yang ada di bagian Selatan Pulau Sulawesi, dan  Perlu waktu sekitar 3 jam perjalanan darat dari Makassar untuk sampai ke Kota Bantaeng dan melewati wilayah kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto. Tapi tidak perlu khawatir, jalanannya cukup mulus, licin, sangat bersih, dan beraspal hotmix saat ingin memasuki perbatasan kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Jeneponto. Gerbang Sebelum Masuk Kota Kabupaten Banteng Bantaeng yang di kenal masyarakat Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan yang sudah pernah berkunjung di kota kecil ini pasti akan mengatakan “Bantaeng Keren”, sebagian masyarakat juga mengatakan kota ini sebagai “Jepang” kedua, karena desain dan tata kelolah kota hampir mirip kota Jepang yang bersih dan rapi, sehingga banyak pendatang ataupun wisatawan yang berkunjung ke kota ini akan betah dan berlama-lama menghabiskan waktunya di kabupaten Bantaeng. Pantai Marina atau Wisatawan biasa menyebutnya MArina Beach adalah salah satu tempat yang paling banyak di kunjungi di kabupaten Banteng. Bantaeng yang di pimpin seorang Profesor ini berubah dalam waktu kurang dari 5 tahun, di tangan dingin Prof. DR. Ir. HM. Nurdin Abdullah, M. Agr, merubah Kabupaten Bantaeng menjadi kota yang sangat maju. Sebelum kepemimpinan Prof. DR. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr, Kabupaten Bantaeng hanya dipandang sebelah mata dibanding 23 kabupaten di Sulawesi Selatan. Namun, sejak tahun 2009, Bantaeng menjadi daerah yang cukup menonjol. Investor kelas dunia berdatangan ke kabupaten yang jaraknya 125 kilometer dari Makassar ini. Alun-alun kota Kabupaten Banteng yang di kenal sebagai Pantai seruni Awal-awal memimpin, Nurdin mengakui banyaknya persoalan di daerahnya. Mulai dari infrastruktur, kemiskinan, pengangguran, banjir rutin setiap tahun dan layanan publik. Perlahan-lahan masalah-masalah itu diatasi sehingga Bantaeng berovolusi menjadi kota kecil yang menjadi pusat perhatian dunia. Menurut salah Rahmat satu mahasiswa dari pulau Jawa yang sudah beberapa minggu di Kabupaten Banteng yang sedang melakukan penelitian di bidang kesehatan mengatakan” Coba pura-pura pingsan saja di Kota Bantaeng, pasti dalam waktu kurang dari setengah jam, ambulance akan datang, saya jamin itu, karena pelayanan yang di berikan sangat bagus dan ramah”. Ungkapnya saat duduk-duduk di alun kota Bantaeng. Kendaraan Ambulance Milik Pemkab Bantaneg yang memiliki fasilitas terbaik untuk melayani pasien yang di miliki Kabupaten Banteng Selain itu pula, Nurdin yang menguasai tiga bahasa asing, Inggris, Jepang dan Cina. Hal ini berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk menggelontorkan dana sekitar Rp 120 miliar untuk membangun gedung rumah sakit 8 lantai berstandar internasional di kabupaten seluas 395 kilometer persegi dan dihuni sekitar 180 ribu jiwa ini. Alun Alun Panti Seruni Kabupaten Bantaeng pada Waktu Malam Hari Selama 6 tahun kepemimpinannya, Bantaeng menyabet lebih dari 50 penghargaan tingkat nasional, termasuk 4 kali berturut-turut piala adipura yang sebelumnya tidak pernah didapatkan, 3 tahun berturut-turut meraih Otonomi Award dan berhasil memenangkan Innovative Government Award (IGA) tahun 2013 yang diadakan Kementerian Dalam Negeri.***Rezki Mas’ud***

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Eksotisme Tahura Lae Kombih

Minggu, 16 Oktober 2022 | 23:02 WIB

Sail Tidore Bakal Jaring 50 Ribu Wisatawan

Rabu, 12 Oktober 2022 | 14:56 WIB

Novavil Travel Haji dan Umroh buka Biro-Agen di Halsel

Kamis, 22 September 2022 | 13:30 WIB

Lebih Produksi dengan Internet

Kamis, 2 Desember 2021 | 22:19 WIB
X