• Jumat, 9 Desember 2022

Puncak Akhir Libur Lebaran, Kawasan Wisata Malino Dipadati Pengunjung

- Jumat, 30 Juni 2017 | 12:54 WIB

GOWA, CAKRAWALA.CO - Menikmati akhir pekan panjang pasca hari Raya Idul Fitri 1438 H sebagian warga yang berdomisili di kota pasti ingin berlibur ke obyek wisata merupakan impian bagi setiap warga yang ingin melepaskan penat.

Objek wisata yang banyak di kunjungi di akhir libur panjang salah satunya adalah berkunjung ke obyek wisata Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Malino yang berada di ketinggian 1.000 mdpl, Suasana dingin menusuk tubuh menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Malino berjarak 90 kilometer dari Kota Makassar atau ditempuh dengan jarak 2 jam perjalanan, dulunya kawasan ini dipopulerkan oleh kolonial Belanda sebagai tempat peristirahatan para tentara mereka. Meski sebelumnya para bangsawan Kerajaan Gowa juga telah lama menggunakan kawasan ini sebagai tempat peristirahatan. Perjalanan ke kawasan ini pun menawarkan pemandangan yang menakjubkan.

Untuk mencapai lokasi Malino ini para pengunjung akan melewati Waduk Bilibi yang di kenal sebagai waduk penampungan air baku terbesar di selatan kota. Dan akses jalan menyusuri Sungai Jeneberang yang merupakan sungai terpanjang di Sulawesi cukup memberi daya tarik tersendiri, selain jalan yang kecil, Jalan menikung dengan jurang di kanan jalan sangat memicu andrenalin para pengunjung yang akan berkunjung di puncak Malino.

Suasana sejuk mulai terasa saat berada di Hutan pinus dan jajaran vila merupakan pemandangan pertama saat memasuki gerbang selamat datang. Setelah tiba pengunjung disuguhkan beberapa pilihan obyek wisata. Salah satunya adalah Air Terjun Takapala di Desa Bulutana yang berjarak 4 kilometer dari ibu kota kecamatan. Udara yang dingin seakan sirna saat menuruni ribuan anak tangga ke lokasi air terjun.

Takapala, demikian nama air terjun setinggi 109 meter ini. Dalam bahasa Makassar, berarti tidak tebal. Jika berada di lokasi ini, pengunjung seakan lupa waktu dan enggan beranjak. Suara gemuruh air semakin menambah nuansa natural kawasan ini. Untuk masuk ke obyek wisata ini, pengunjung hanya perlu merogeh kocek Rp 3.000 per orang.

Selain Takapala, sekitar 50 meter dari air terjun, pengunjung juga bisa menikmati permandian di air tejun kali jodoh. Di tempat ini, para pengunjung bebas menikmati dinginnya air. Puluhan pedagang lokal menjajakan berbagai macam kuliner yang mampu menghangatkan tubuh, seperti minuman khas Makassar berbahan jahe yakni Sarabba.

"ternyata ada ji juga tempat seperti ini di sulawesi selatan, saya kira hanya di puncak bogor ji ada daerah sejuk," kata Amel, salah seorang pengunjung asal Makassar.

Usai memanjakan diri di air terjun, obyek wisata lain menunggu, seperti hutan pinus dan hamparan kebun teh. Sebelum ke hutan pinus, umumnya warga menyempatkan diri mampir ke pasar tradisional Malino yang menyediakan beragam buah-buahan dan kuliner produk lokal seperti buah markisa, apel dan alpukat.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Eksotisme Tahura Lae Kombih

Minggu, 16 Oktober 2022 | 23:02 WIB

Sail Tidore Bakal Jaring 50 Ribu Wisatawan

Rabu, 12 Oktober 2022 | 14:56 WIB

Novavil Travel Haji dan Umroh buka Biro-Agen di Halsel

Kamis, 22 September 2022 | 13:30 WIB

Lebih Produksi dengan Internet

Kamis, 2 Desember 2021 | 22:19 WIB
X