• Senin, 5 Desember 2022

Gerebeg Syawalan Kraton Surakarta Tradisi Idul Fitri Tetap Mempesona

- Selasa, 27 Juni 2017 | 15:13 WIB

SOLO CAKRAWALA.CO ,- Tradisi grebeg Syawalan atau yang disebut juga dengan Hajad Dalem Gunungan Pareden kembali  digelar Kraton Solo, Jawa Tengah usai hari raya Iedul fitri 1438 H.

Tradisi Syawalan telah menjadi salah satu kegiatan penting  bagi Kraton Kasunanan Surakarta sebagai Keraton yang memiliki kaitan erat dengan perkembangan Islam di tanah Jawa.

Prosesi Grebeg Syawalan ditandai dengan Kirab Prajurit Kraton, yaitu pasukan Prajurit Bersenjata tradisional yang disusul sepasang gunungan kemudian  Prajurit Panah serta  penabuh gamelan. Kirab tersebut berjalan dari Kori Kamandungan menuju Masjid Agung Surakarta.

Sepasang gunungan yang berada di atas tandu dibawa oleh sejumlah abdi dalem Kraton. dua buah gunungan tersebut merupakan gunungan pria dan wanita, dimana gunungan pria di buat dari hasil bumi yang terdiri dari berbagai jenis sayur mayor, buah-buahan serta telur asin. Sementara gunungan wanita terdiri dari aneka jenis rengginan.

Dalam acara tersebut, Karaton juga mengeluarkan seperangkat gamelan colobalen yang ditabuh sepanjang perjalanan kirab.

Setibanya di halaman Masjid Agung Solo, sepasang gunungan diletakkan dan didoakan di halaman Masjid, baru usai didoakan suasana yang semula khusuk pun berubah mulai  riuh bahkan sedikit ricuh.

Ratusan warga Solo dan sekitarnya tampak berebut gunungan Jaler atau gunungan pria yang terdiri dari berbagai jenis sayur sayuran dan telur asin. Terik matahari tak menyurutkan minat pengunung demi mendapatkan gunungan untuk dibawa pulang sebagai symbol keberkahan.

Sejumlah warga dari berbagai daerah di Solo Raya beranggapan dengan membawa pulang hasil rebutan gunungan akan medapatkan rejeki yang berlimpah dan selalu diberi kesehatan.

Ny. Maya warga asal Sukoharjo  yang mendapatkan kacang panjang dan cabai tampak sumringah ia mengatakan nantinya hasil rebutan gunungan ini akan ditanam di sawah agar panenya makin melimpah.

Hal senada juga diungkapkan Ny. Bayer, warga Tasikmadu Karanganyar itu mendapatkan nasi dan kacang panjang, ia mengaku akan menyimpannya agar mendatangkan  berkah.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Eksotisme Tahura Lae Kombih

Minggu, 16 Oktober 2022 | 23:02 WIB

Sail Tidore Bakal Jaring 50 Ribu Wisatawan

Rabu, 12 Oktober 2022 | 14:56 WIB

Novavil Travel Haji dan Umroh buka Biro-Agen di Halsel

Kamis, 22 September 2022 | 13:30 WIB

Lebih Produksi dengan Internet

Kamis, 2 Desember 2021 | 22:19 WIB
X