Beranda NASIONAL Pangdam III Siliwangi Ingatkan Masyarakat Buat lubang Biopori

Pangdam III Siliwangi Ingatkan Masyarakat Buat lubang Biopori

0
BERBAGI
Pangdam III Siliwangi Ingatkan Masyarakat Buat lubang Biopori - image  on https://www.cakrawala.co
Pangdam saat diwawancara awak media

CIANJUR,CAKRAWALA.CO – Panglima Komando Daerah Militer III/ Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Citarum harus membuat lubang biopori sebagai solusi mengatasi potensi krisis air jika terjadi musim kekeringan. Pembuatan lubang biopori itu bisa dilakukan di ladang, kebun, maupun pekarangan rumah.

“Kita maksimalkan masyarakat membuat lubang-lubang biopori sebagai resapan air. Nantinya lubang biopori itu jadi tangkapan air,” kata Pangdam III/Siliwangi seusai menghadiri serah terima jabatan Komandan Yonif 300/Brajawijaya dari Letkol Herry Indriyanto kepada Mayor Ary Sutrisno di Mako Yonif 300/Brajawijaya, jumat (6/7).

Baca Juga  Peringati Sumpah Pemuda Moonraker Purwakarta Gelar Bhakti Sosial

Dikatakan Pangdam III Siliwangi, dengan tertampungnya air melalui lubang biopori, maka nantinya bakal menjadi sumber bagi masyarakat sekitar dan bisa menjadi solusi mengatasi potensi krisis air saat kekeringan.

“Pembuatan lubang biopori itu bisa dilakukan sambil menunggu proses penghijauan berjalan. Makanya pembuatan lubang biopori wajib dilakukan. Bisa di mana saja. Di ladang, di kebun, atau di pekarangan rumah,” terangnya.

Lanjut Harto, kondisi cuaca saat ini yang diprediksi akan memasuki musim kemarau, dinilainya tak terlalu akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan. Pasalnya, kemarau saat ini masih diselingi hujan.

Baca Juga  Pilotos Jelajah Celebes Kampanye Anti Narkoba

“Apalagi kita masih memiliki waduk dan irigasi yang bagus. Di Cianjur juga kondisi pada sektor pertanian masih cukup bagus. Tak terkendala seperti di daerah lainnya,” ujarnya.

Secara umum, imbuh Harto, di wilayah Jawa Barat sendiri belum terpantau daerah yang mengalami kekekeringan sebagai dampak musim kemarau. Terlebih musim pancaroba sekarang kondisinya tak terlalu ekstrem.

“Sejauh ini belum ada (laporan). Kalau lihat sekarang musim pancaroba juga tak terlalu ekstrem. Sekarang yang mesti dipikirkan adalah bagaimana kita menyelamatkan air sebagai sumber kehidupan. Masyarakat harus mau memekihara dan menjaga debit dan kualitas air dari hal-hal yang sederhana. Misalnya jangan buang sampah atau limbah ke sungai,” tandasnya.***(TimCjr)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar