Hasnaeni Mengaku 10 Kali Ditiduri Ketua KPU Namun Partainya Tak Lolos Jadi Peserta Pemilu 2024, Kasihan !

- Senin, 26 Desember 2022 | 09:11 WIB
Hasnaeni Moein benar-benar bikinn heboh, mengaku 10 kali ditiduri Ketua KPU Hasyim Asy'ari, tapi partainya tak juga lolos sebagai peserta Pemilu 2022 ( foto/ist)
Hasnaeni Moein benar-benar bikinn heboh, mengaku 10 kali ditiduri Ketua KPU Hasyim Asy'ari, tapi partainya tak juga lolos sebagai peserta Pemilu 2022 ( foto/ist)

 

Jakarta, Cakrawala.co- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari, dilaporkan DKPP karena telah menerima gratifikasi seks sebanyak 10 kali dari Ketua Umum Partai Republik Satu, Hasnaeni Moein, atau si wanita emas.

Gratifikasi seks sebanyak 10 kali tersebut berlangsung selama bulan Juli – Agustus 2022,  sebelum Hasnaneni Moein masuk penjara karena kasusu korupsi dana PT Wakita Beton Precast antara tahun 2016-2020.

Grafitiasi seks dengan imbalan Partai Republik Satu (PRS) diloloskan dalam verifikasi administrasi, diungkapkan sendiri oleh ketua umumnya, Hasnaeni Moein. Dalam video pendek saat berbincang dengan Farhat Abas.

Dia membeberkan kepada tim pengcaranya yang dipimpin Farhat Abbas tentang kronologi “cicilan seks” dengan Ketua KPU Hasyim Asy’ari.

Hari Kamis (22/12/2022) Hasyim dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP) dengan dugaan telah menyalahgunakan posisinya sebagai ketua KPU untuk mendapatkan gratifikasi seks.

DKPP berjanji akan melakukan penyelidikan terhadap laporan perbuatan asusila ini.

Di depan para pengacaranya, Hasnaeni mengaku dijanjikan oleh Hasyim lolos di tahap verifikasi administrasi dengan imbalan seks. Hasilnya, Partai Republik Satu lolos. Namun, di tahap verifikasi faktual partai ini gagal.

Gara-gara gagal di tahap ini, dan tidak masuk deretan partai peserta Pemilu 2022, “Wanita Emas” mengaku dia mengalami pelecehan seksual oleh Ketua KPU Hasyim Asy’ari, berulangkali. Hal ini diaparkan melalui video kepada Farhat.

Gratifikasi seksual itu berlangsung lebih 10 kali. Yaitu, pada 13 Agustus 2022, 14 Agustus 2022, 15 Agustus 2022, 17 Agustus 2022, 18 Agustus 2022, 21 Agustus 2022, 22 Agustus 2022, 23 Agustus 2022, 25 Agustus 2022, 27 Agustus 2022, serta 2 September 2022 di lima tempat berbeda.

Hasnaeni mengatakan dia memiliki bukti-bukti yang sangat kuat. Termasuk percakapan WA dan foto-foto yang menunjukkan kebersamaan dia dengan Ketua KPU.

Laporan ini sangat serius. Hasnaeni pastilah memahami risiko hukum yang serius pula kalau dia mengarang-ngarang cerita. Demikian dilansir sejumlah media, hari ini.

DKPP mengatakan mereka akan melakukan penyelidikan tetapi hasilnya tidak bisa cepat.

Publik akan mengikuti dengan cermat tindakan DKPP dalam menangani dugaan gratifikasi seks ini. Karena itu, semua personel DKPP harus bekerja profesional, jujur dan adil.

Perlu diingatkan agar DKPP tidak coba-coba bertindak untuk melindungi Ketua KPU Hasyim Asy’ari. Pasti akan kelihatan. Rakyat mengikuti kasus ini dengan cermat.

Halaman:

Editor: Suyono Sugondo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tahun 2024 SBT Butuh Nahkoda Yang Piawai

Minggu, 19 Maret 2023 | 17:55 WIB

Revolusi Mental Jokowi Hancur Gegara Orang Ini

Selasa, 28 Februari 2023 | 18:59 WIB

Sidokepung 'Dikepung" Pemberitaan PTSL

Selasa, 28 Februari 2023 | 08:47 WIB

Cost Politik, Tidak Semua Money Politik

Selasa, 24 Januari 2023 | 11:59 WIB

Menebak Akhir Kasus Pokir dan BOP DPRD Garut

Kamis, 19 Januari 2023 | 10:57 WIB

Perlunya Hidupkan Pansus RTRW Sidoarjo

Selasa, 10 Januari 2023 | 08:03 WIB

Bangkitnya Ambisi Internasionalisme Indonesia

Senin, 26 Desember 2022 | 17:48 WIB
X