Kondisi Keuangan Pasca Pandemi-19

- Kamis, 2 Juni 2022 | 09:58 WIB

Oleh Diffa Putri Gustiawan dkk*)  (Mahasiswa S1 Akuntansi Univ Pamulang).   Berbagai macam dampak akibat Covid-19 seperti kesehatan masyarakat, pendidikan, kehidupan sosial terutama perekonomian di Indonesia. Sebagai akibat banyak pemberhentian kerja dari sejumlah perusahaan sehingga meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia, serta menurunnya sektor industri di bidang pariwisata, manufaktur, logistik, ekspor atau impor dan masih banyak lagi. Dengan menurunnya berbagai aktivitas yang berdampak pada kondisi sosial maupun ekonomi, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi ini sebagai pemulihan ekonomi. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 1 Tahun 2000, yang mengatur tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk menangani pandemi Covid-19. Selain itu, pemerintah juga membuat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dari sektor riil dan sektor keuangan dalam menjalankan usahanya selama pandemi Covid-19. Dengan adanya kebijakan dari pemerintah, dapat diperkirakan Indonesia mampu mengembalikan status ke level sebelum krisis dari negara berpenghasilan menengah ke bawah menjadi negara berpenghasilan negara ke atas hanya dalam 2 tahun. Guna mendorong kemajuan dunia usaha serta ekonomi untuk menjaga sistem ketahanan keuangan dalam hal ini Bank Indonesia mengadakan pelonggaran sejumlah aktivitas makroprudensial. Kebijakan tersebut terdiri dari pelonggaran GWM Rupiah insentif untuk bank yang menyalurkan kredit kegiatan ekspor impor, UMKM, dan sektor lain yang termasuk di dalam program PEN. Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) juga melakukan peningkatan dalam efektivitas penurunan GWM untuk mendorong pemulihan ekonomi. Dalam pembayaran Bank Indonesia melakukan digitalisasi pembayaran berdasarkan Blue Print Sistem Pembayaran guna mendukung kegiatan ekonomi dan keuangan digital, memulihkan ekonomi, serta mendorong inklusi ekonomi dan keuangan. Bank Indonesia juga terus melakukan berbagai inisiatif transformasi seperti pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), digitalisasi di bidang perbankan, serta memperluas akses masyarakat dan UMKM kepada pelayanan keuangan digital dan layanan ekonomi dengan dukungan kolaborasi antara bank dan fintech, serta digitalisasi pembayaran di berbagai sektor. Bank Indonesia juga melakukan beberapa kelonggaran kebijakan dan menjanjikan layanan sistem pembayaran tetap tersedia dan lancar di masa pandemi ini, guna menjaga kecukupan uang tunai sesuai dengan keperluan masyarakat dan menjaga nilai higienitasnya. Menurut Sri Mulyani bahwa pemulihan ekonomi pasca Covid-19 ini lebih cepat yaitu hanya membutuhkan waktu 1,5 tahun dibandingkan pada pemulihan krisis ekonomi 1998 yang membutuhkan waktu selama 4 tahun. “Kalau dilihat dan dibandingkan dengan indonesia saat menghadapi krisis 97-98, dibutuhkan 4 tahun untuk pulihkan ekonomi kita sampai selevel GDP setara pra krisis,” katanya dalam Working Lunch, Outlook Ekonomi Indonesia 2022, Rabu (15/12/2021). Kemudian dalam usaha nya untuk kembali menjalankan roda perekonomian, pemerintah mengeluarkan dana stimulus berupa subsidi bagi pegiat UMKM. Hal ini dilakukan agar pegiat UMKM tetap dapat melakukan kegiatanya meskipun pandemi menghantam. Karena jika dilihat dari trennya, selama pandemi ini, masyarakat banyak menggunakan kreativitasnya untuk menjadikan segala sesuatu menjadi inovasi dan viral, sehingga diminati banyak konsumen. Inilah yang membuat kebangkitan perekonomian di masa pandemi, karena menjamurnya bisnis-bisnis berskala UMKM yang omsetnya lumayan dan rata-rata repeat order, sehingga perputaran uang yang terjadi dapat diukur dan diandalkan untuk skala perekonomian negara. Menurut kami, selain diberikan sokongan dalam bentuk capital, akan lebih baik lagi jika pemerintah semakin menggalakan penyuluhan bisnis digital bagi UMKM, agar peningkatan yang terjadi lebih signifikan. Dengan segala upaya yang digalangkan pemerintah diharapkan dapat menunjukan kepada perekonomian global bahwa Indonesia dapat membangkitkan ekonominya. Baik itu dari segi kebijakan keuangan, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), subsidi bagi pegiat UMKM, pelonggaran kebijakan oleh BI, dan intensif transformasi dalam upaya memperbaiki ekonomi di Indonesia pasca pandemi Covid-19. *) Oleh: Diffa Putri Gustiawan, Liana Novi Wulandari, Nur Aida, Oktatiana. Mahasiswi S1 Akuntansi, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.

Editor: Dewan Redaksi

Terkini

Cost Politik, Tidak Semua Money Politik

Selasa, 24 Januari 2023 | 11:59 WIB

Menebak Akhir Kasus Pokir dan BOP DPRD Garut

Kamis, 19 Januari 2023 | 10:57 WIB

Perlunya Hidupkan Pansus RTRW Sidoarjo

Selasa, 10 Januari 2023 | 08:03 WIB

Bangkitnya Ambisi Internasionalisme Indonesia

Senin, 26 Desember 2022 | 17:48 WIB

Lima Gaya Kepemimpinan Ganjar Pranowo

Kamis, 22 Desember 2022 | 21:34 WIB
X