• Minggu, 5 Februari 2023

‌Kerugian Ekonomi dan Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

- Kamis, 28 April 2022 | 14:58 WIB

Oleh Aora N.F, Erlita S, Indah N.H, Salmawati (Mahasiswa S1 Akuntansi Unpam).   Tahukah anda bagaimana kondisi keuangan Indonesia saat ini? Pandemi Covid-19 di Indonesia telah berlangsung kurang lebih selama 2 Tahun. Akibat pandemi ini perekonomian dunia tak terkecuali Indonesia mengalami penurunan. Dikutip dari Wikipedia, memburuknya kondisi ekonomi akibat wabah Covid-19 memberikan tiga dampak besar bagi perekonomian Indonesia, yaitu membuat konsumsi dan kebutuhan rumah tangga atau daya beli menjadi lebih banyak, melemahkan proses inventasi yang berkepanjangan dan memungkinkan terhentinya usaha yang sedang berjalan, dan menyebabkan harga komoditas pasar menjadi turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga berkurang bahkan terhenti karena seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi secara signifikan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan “Dunia pada tahun lalu mengalami kontraksi minus dari sisi pertumbuhan ekonominya. Akibat Covid-19 yang kemudian disertai pembatasan mobilitas lalu menciptakan kemerosotan ekonomi”. Dampak Pandemi juga bisa dilihat pada sektor pariwisata yaitu hostel, restoran, dll. Sebagian besar hostel mengalami penurunan hingga 40 selama pandemi. Wisatawan mancanegara yang tidak dapat berlibur ke Indonesia merupakan salah satu alasannya. Negara juga mengalami‘kerugian’karena pendapatan anjlok khususnya dari pajak sedangkan pengeluaran melonjak karena harus mengatasi kondisi darurat, menyediakan jaringan pengaman sosial, mengatasi penderita sakit, mengerahkan aparat dan tenaga kesehatan ekstra, membayar bunga untuk utang baru, dll. Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperkirakan akan ada 25 juta orang di seluruh dunia yang kehilangan pekerjaan atau setara dengan trilyun USD. (Nurhayati & Aji, 2020). Ada empat sektor yang fading terkena dampak pandemi dan merupakan bagian dari37.5 lapangan pekerjaan secara global. Sektor pertama adalah makanan dan akomodasi yaitu 144 juta pekerja, eceran dan grosir 482 juta, pelayanan dan administrasi 157 juta, serta manufaktur yaitu 463 juta. Sektor informal selalu fading merasakan dampaknya, baik dari krisis ekonomi maupun pandemi. Ditambah lagi jumlah mereka yang besar yaitu sebanyak 2 milyar orang. Ini setara dengan 61 jumlah pekerja di seluruh dunia (Nurhayati, 2020). Kebijakan Pemulihan UMKM di Indonesia Dalam padangan Wibowo & Handika (2017), Indonesia telah melakukan beberapa langkah dalam mengurangi efek dari pandemi Covid-19 diantaranya adalah melakukan penurunan atas BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi4.75, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi4.00 dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi5.50. Terdapat lima skema dalam pemulihan koperasi dan UMKM di tengah pandemi Covid-19 yaitu (a) pemberian bantuan sosial kepada pelaku usaha sektor UMKM yang miskin dan rentan, (b) insentif pajak bagi UMKM; (c) relaksasi dan restrukturisasi kredit bagi UMKM; (d) perluasan pembiayaan modal kerja UMKM; (d) menempatkan kementerian, BUMN dan Pemerintah Daerah sebagai penyangga produk UMKM; dan (e) pelatihan secarae-learning (Sugiri, 2020). Dampak Covid 19 pada sektor pariwisata juga tidak luput dari ancaman. Mulyana, menyebut bahwa berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada triwulan I 2020 turun drastis hanya sejumlah 2,61 juta kunjungan, berkurang 34,9 persen bila dibanding tahun lalu. Hal ini sejalan dengan adanya larangan penerbangan antar negara yang mulai diberlakukan pada pertengahan Februari lalu. Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat ketahanan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar pemulihan pasca pandemi covid 19. Dengan melalui dukungan mitra internasional dan sesama anggota G20, Indonesia ingin mewujudkan Panduan terkait Penguatan Peran Masyarakat dan UMKM sebagai Agen perubahan Pariwisata (Guidelines for Strengthening Communities and MSME as Tourism Transformation Agents). Selain itu, Indonesia juga ingin menjadi pelopor untuk inovasi bersama di G20 guna memulihkan pariwisata melalui metode flawless travelling. Bagi Indonesia, pembangunan infrastruktur pariwisata dan peningkatan kemampuan SDM sektor ini adalah keniscayaan. Karena di masa depan, tantangan pariwisata dihadapkan pada cepat atau tidaknya kita beradaptasi dengan teknologidigital. Pemerintah daerah Indonesia mempunyai peran dalam mendorong percepatan dan efektivitas pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah daerah berusaha menggerakkan dunia usaha melalui pemberian insentif/ encouragement kepada UMKM. Sementara itu, strategi pemulihan ekonomi Indonesia di sektor UMKM adalah memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, pemberian insentif perpajakan, relaksasi dan restrukturisasi kredit, perluasan pembiayaan modal kerja, product support, dan pelatihan e-learning. Kemudian strategi pemulihan ekonomi di bidang pariwisata, pengembangan produk pariwisata, pengembangan destinasi wisata, pengembangan sumber daya manusia pariwisata, pengembangan kelembagaan pariwisata, dan pengelolaan infrastruktur pariwisata. *) Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang ( Aora N.F, Erlita S, Indah N.H, Salmawati)    

Editor: Dewan Redaksi

Terkini

Cost Politik, Tidak Semua Money Politik

Selasa, 24 Januari 2023 | 11:59 WIB

Menebak Akhir Kasus Pokir dan BOP DPRD Garut

Kamis, 19 Januari 2023 | 10:57 WIB

Perlunya Hidupkan Pansus RTRW Sidoarjo

Selasa, 10 Januari 2023 | 08:03 WIB

Bangkitnya Ambisi Internasionalisme Indonesia

Senin, 26 Desember 2022 | 17:48 WIB

Lima Gaya Kepemimpinan Ganjar Pranowo

Kamis, 22 Desember 2022 | 21:34 WIB
X