Egaliter dan Santai, Gaya Kepemimpinan Sandiaga Uno Selama Menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017

- Kamis, 16 Desember 2021 | 11:43 WIB

Egaliter dan Santai, Gaya Kepemimpinan Sandiaga Uno Selama Menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017   Oleh Saskia Ramadhany Aminullah Mahasiswi Universitas Indonesia Program Studi Ilmu Administrasi Negara 2020 Pasti sudah tidak asing lagi dengan Sandiaga Uno yang terkenal sebagai tokoh muda inovatif dengan latar belakang pengusaha sukses, mari kita simak gaya kepemimpinan Wakil Gubernur DKI selama menjabat! Sandiaga Uno memiliki nama asli Sandiaga Salahuddin Uno. Beliau adalah salah satu pengusaha sukses yang tergolong ke dalam urutan utama orang terkaya di Indonesia. Dengan berbagai bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman pendidikan yang dimilikinya, Sandiaga menjadi sosok tokoh panutan muda yang visioner, inovatif dan kreatif. Dengan semangatnya itu, Sandiaga memberanikan diri untuk terjun ke dalam dunia politik dan mencalonkan diri menjadi wakil gubernur dengan pasangan calon gubernurnya Anies Baswedan yang kemudian memenangkan Pemilihan Gubernur atau Pilgub DKI pada tahun 2017. Tidak seperti umumnya pemimpin politik yang memberikan janji kepada masyarakatnya, Sandiaga justru memberikan aksi nyata berupa kegiatan sosial yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan masyarakatnya. Bersama dengan Anies, Sandiaga mencanangkan konsep dari program-program yang telah disusun oleh Ahok-Djarot sebelumnya. Program baru yang diluncurkan ini begitu menarik perhatian masyarakat DKI Jakarta. Salah satu programnya yang cukup terkenal yakni OK OCE. OK OCE merupakan program dalam upaya pengembangan UMKM di Jakarta dengan Sandiaga UNO sebagai pendirinya. Program ini berbasis sharing economy dan juga teknologi informasi. Puluhan ribu wirausaha baru dengan serapan 30 ribu lapangan pekerjaan telah dihasilkan oleh program OK OCE. Hingga kini OK OCE telah diterapkan ke seluruh penjuru wilayah di Indonesia dengan komunitas penggerak berjumlah lebih dari 50. Tipe dan Gaya Kepemimpinan Sandiaga Uno Seperti yang kita tahu, kepemimpinan merupakan suatu usaha dan penggunaan kekuasaan dalam memberi pengaruh kepada aktivitas suatu kelompok untuk bekerja sama dalam upaya pencapaian sasaran dan tujuan bersama. Sandiaga Uno merupakan tokoh pemimpin yang memiliki kesanggupan dalam membatasi diri, membangun team work, dan menyusun agenda prioritas sehingga dengan tugas dan tanggung jawabnya yang dimiliki mampu dilimpahkan kepada teman kerjanya dengan harapan berbuah hasil yang maksimal. Sandiaga lebih memilih untuk mengembangkan kritikan yang ditujukan kepadanya dan mempunyai sifat Egaliter yakni seorang pemimpin yang dapat memposisikan dirinya sebagai bagian dari rakyatnya dengan tidak memiliki batas antara yang dipimpin dengan pemimpin. Dengan background pengusaha yang teramat sukses, Sandiaga telah membiasakan diri hidup “realistis” dalam arti ia sangat menerima pluralisme di tengah keberagaman, inklusif, berusaha menyelaraskan dan menyeimbangkan, menghindari segala bentuk perpecahan dan cenderung bersikap moderat. Berdasarkan pengalaman Sandiaga dalam memelawa berbagai pihak, Tipe realistis secara kompromi dan menemukan titik permasalahan menjadi tugas penting bagi Sandiaga Uno. Dengan citra dan gaya bahasa yang baik, dalam memberi pengaruh kepada masyarakat, Sandiaga menggunakan Kepemimpinan Karismatik untuk mendorong team work dalam masyarakat pada program pemerintahan ibu kota DKI Jakarta. Gaya Kepemimpinan Karismatik merupakan gaya kepemimpinan yang memiliki pribadi mendalam serta dampak yang cukup signifikan dalam memberi motivasi yang dipimpinnya untuk mencapai kinerja yang luar biasa (Luthans, 2011, 428-429). Sandiaga memiliki harapan bahwa dengan gaya bahasa dan tutur kata yang baik akan membuat gagasan dan arahan yang diberikan dapat dengan mudah diterima di tengah masyarakat. Selain tipe realistis yang digunakan Sandiaga Uno, Gaya Kepemimpinan Transformasional juga turut mengikuti perjalanan politiknya terlihat dari kepemimpinannya yang sangat terbuka akan adanya segala perubahan. Bass (1998) mengemukakan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan konsep dimana seorang pemimpinnya memiliki power secara persuasif kepada bawahannya dengan teknik atau langkah tertentu. Dukungan baik moral dan material selalu diberikan oleh Sandiaga Uno kepada para pelaku ekonomi dan pelaku UMKM kreatif dalam negeri dalam upaya pengembangan inovasi dan kreativitas wirausaha kawula muda. Dilihat dari perwujudan pemerintahan DKI Jakarta yang bersih dari korupsi, tampaknya Sandiaga bersama pasangannya Anies masih kurang tegas dalam susunan visi-misinya, terlebih lagi Sandiaga Uno yang berasal dari latar belakang seorang pengusaha sukses sehingga belum memiliki track record menjadi seorang kepala daerah. Hal ini menjadi salah satu problematika kepemimpinan di DKI Jakarta. Tidak berselang lama, Sandiaga Uno tidak lagi menjabat menjadi wagub DKI Jakarta melainkan maju menjadi capres dengan pasangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Meskipun belum berhasil menjadi wakil presiden Tahun 2019, Sandiaga Uno kini menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Sekilas gambaran saat ini, Sandiaga Uno terus berusaha untuk memberi insipirasi dan motivasi kepada seluruh masyarakatnya terutama kaum-kaum muda yang memiliki semangat tinggi dalam membangun negeri. Sandiaga Uno Memiliki bekal slogan dengan Kerja 4 As dalam menjadi menteri yakni Kerja Keras, Kerja Tuntas, Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlas. Sudah sepantasnya, tokoh yang penuh inspirasi ini menjadi panutan oleh segenap masyarakat dan pemuda Indonesia dengan kecerdasan dan semangat kerja yang dimilikinya. References Pinandityo, P. (2021, June 17). Kepemimpinan 'Personal Branding' ala Sandiaga Uno. Yoursay. Retrieved December 13, 2021, from https://yoursay.suara.com/kolom/2021/06/17/141000/kepemimpinan-personal-branding-ala-sandiaga-uno Sari, E. (2021, Juni). Gaya Kepemimpinan Sandiaga Uno. https://www.researchgate.net/publication/352676457 Shalahuddin, S.Ag., M.Pd.I. (n.d.). Karakteristik Kepemimpinan Tranformasional. Media Neliti. https://media.neliti.com/media/publications/publications/56599-ID-karakteristik-kepemimpinan-transformasio.pdf Sutianah, E., Sunaryo, W., & Yusuf, A. E. (2018, Juli). Hubungan antara gaya kepemimpinan karismatik kepala sekolah dan kepribadian dengan keinovatifan guru. Jurnal Manajemen Pendidikan, 6(2), 656. https://journal.unpak.ac.id/index.php/JMP/article/download/792/676#:~:text=Menurut%20Judge%20(2003%3A341%2D,ketika%20mereka%20mengamati%20perilaku%20tertentu.

Editor: Dewan Redaksi

Tags

Terkini

Cost Politik, Tidak Semua Money Politik

Selasa, 24 Januari 2023 | 11:59 WIB

Menebak Akhir Kasus Pokir dan BOP DPRD Garut

Kamis, 19 Januari 2023 | 10:57 WIB

Perlunya Hidupkan Pansus RTRW Sidoarjo

Selasa, 10 Januari 2023 | 08:03 WIB

Bangkitnya Ambisi Internasionalisme Indonesia

Senin, 26 Desember 2022 | 17:48 WIB

Lima Gaya Kepemimpinan Ganjar Pranowo

Kamis, 22 Desember 2022 | 21:34 WIB
X