PT PP Ingkar Jani Bayar Ganti Rugi, Warga Masih Blokade Areal Proyek Waduk Pengendali Banjir Bandara YIA

- Rabu, 1 Februari 2023 | 16:45 WIB
Warga masih memblokade areal proyek Waduk Pengendali banjir Bandara YIA, karena PT PP Ingkar janji untuk membayar ganti rugi hektaran lahan milik warga yang rusak akibat proyek tersebut ( foto/ist)
Warga masih memblokade areal proyek Waduk Pengendali banjir Bandara YIA, karena PT PP Ingkar janji untuk membayar ganti rugi hektaran lahan milik warga yang rusak akibat proyek tersebut ( foto/ist)

Yogyakarta, Cakrawala.co- warga Keboan, Karangwuni, Wates, Kulon Progo, benar-benar kecewa.

PT Pembangunan Perumahan (Persero) terbukti tidak menepati janjinya, untuk membayar ganti rugi hektaran lahan sawah dan tegalan milik warga yang hancur akibat proyek Pengendali banjir Seputar Bandara YIA.

“Sampai jam ini tidak ada kabar berita apa-apa. Sesuai janjinya, dua hari sejak warga menggelar demo di Kantor PT. PP, dua hari kemudian akan dilakukan pertemuan menghitung total kerugian dan total ganti rugi. Nyata apa, zonk ! warga sangat kecewa,” kata Jemiran salah seorang pemuka warga.

Oleh karena itu, jangan salahkan warga kalau lokasi proyek akan terus diblokade dan tetap dipasang portal halang rintang diseluruh jalan masuk lokasi proyek yang bernilai ratusan miliar rupiah tersebut.

Tercatat, hari ini Rabu ( 1/2/2023) adalah hari ketiga lokasi proyek diblokade warga dengan pemasangan portal bambu dan spanduk-sapanduk bertuliskan tuntutan ganri rugi atas lahan sawah dan tegalan mereka yang hancur akibat proyek tersebut.

Samsudinm selaku juru bicara warga mengatakan, pihaknya tidak pandang ini proyek pemerintah atau bukan, mereka meminta kejelasan atas ganti rugi sebagaimana kesepakatan antara Pelaksana Proyek yakni PT PP, dan pihak terkait lainnya, selama selama proyek berlangsung.

 “Dulu waktu sosialisasi di tempatnya Pak Dukuh itu sudah ada kesepakatan antara PT PP dan warga, kaitannya dengan dampak pengerjaan proyek tersebut, agar proyek bisa berjalan dan berdampingan dengan masyarakat,” ujarnya.

Bahkan kemarin saat warga demo juga dibuat kesepakatan lagi, bahwa dalam tempo maksimal dua hari akan dilakukan penghitungan kerugian warga dan gantirugi yang harus dibayarkan pihak proyek kepada warga.

“Kalau hari ini tidak ada kabar berita, maka dipastikan PT PP tidak boleh melanjutkan proyek ini. Biarkan proyek ini mangkrak, dan akan tetap diblokir warga sampai ada kepastian soal ganti rugi.Kami sudah bersabar dua tahun, jangan ndableg begitu,” katanya.

Samsudinb mengatakan, sudah lebih dari dua tahun dengan sepenuh kesabaran warga  menyampaikan berbagai keluhan terkait kerusakan jalan, lahan, dan terakhir soal dijebolnya tanggul Kali Banjaran. Dan ganti rugi yang dijanjikan.

Tetapi hasilnya, nol besar. Bahkan kalau tidak ada demo menurutnya kemungkinan masalah kerusakan lahan warga ini tidak pernah ada niat baik PT PP untuk berembung dengan warga. Maka pada kesempatan ini warga memberi dua opsi, pertama besuk lakukan penghitungan kerugian dan jumlah ganti rugi, atau semua perangkat proyek dievakuasi dari lokasi.

 “Intinya warga minta kejelasan atas kerugian masyarakat selama iniseperti dijanjikan pihak PT PP. Ternyata kita cuma dibohongi terus dan realisasinya di lapangan tidak ada. Ingat, kalau PT. PP mletho ( ingkar janji, red) tanggung sendiri akibatnya, dan petinggi PT PP disi sini yang akan bertanggungjawab,” tegasnya.

Sebelumnya, Perwakilan PT PP Proyek Das Serang, Yiyin Adi Listyono menerangkan dalam berita acara kesepakatan antara kontraktor PT PP dengan warga Karangwuni, di antaranya PT PP Proyek Das Serang telah sepakat memberikan kompensasi terkait dampak yang selama hampir dua tahun ini tidak bisa menanam di lahan pertanian.

Seperti beredar luas video kesepakatan keduanya, PT PP berjanji dalam waktu satu dua hari ini (tigas hari lalu,red) segera akan dilakukan pertemuan untuk menuntaskan perhitungan ganti rugi dan data kerugian warga.

Halaman:

Editor: Suyono Sugondo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Opung Luhut Minta Masyarakat Jangan Banyak Omong

Minggu, 26 Maret 2023 | 16:12 WIB
X