Ferry Mursyidan Baldan Dimata Fachry Ali

- Selasa, 6 Desember 2022 | 05:25 WIB
Ferry  Mursyidan Baldan dan Fachry Ali (Ist)
Ferry Mursyidan Baldan dan Fachry Ali (Ist)

Ferry Mursidan Baldan

Oleh : Fachry Ali

Mungkin, itu 15 menit sebelum diskusi di FISIP Universitas Airlangga, Surabaya, seorang yunior menunjukkan berita kepergian Ferry Mursidan Baldan kepada saya, Jumat, 2 Des 2022. Saya terhenyak selama beberapa menit.

Pertemuan terakhir dengannya terjadi di Makam Pahlawan Kalibata —dalam upacara pemakaman Prof Azyumardi Azra. Bahkan, kami sempat minum kopi bersama.

Ketika Ferry berumur sekitar 5 tahun, saya sering main ke rumahnya di Slipi, Jakarta Barat, pada pertengahan 1960-an. Saya lebih tua 6 atau 7 tahun. Begitu juga dia dan keluarganya sering bertandang ke rumah kami di Ragunan. Kami memang bersaudara. Tetapi, karena saya anggap ’anak kecil’, saya tak punya pengalaman bermain dengannya.

Keakraban dengan Ferry justru ketika ia telah menjadi pemimpin mahasiswa di Jawa Barat. Ferry, ketika saya temui, adalah Ketua Badan Koordinasi (Badko) HMI Jawa Barat. Pada 1980-an, LP3ES punya proyek penelitian irigasi di beberapa daerah. Di Jawa Barat, penelitian yang bekerjasama dengan Bappeda Jabar, saya yang pimpin. Maka, tiap pengumpulan data lapangan, saya selalu merekrut mahasiswa Jurusan Hubungan Luar Negeri UNPAD ini. Abdul Hamid —kini terpilih ketua perhimpunan LP3ES, menggantikan Prof Didik J. Rachbini— turut saya sertakan. Maka, hubungan Ferry-Hamid sangat akrab.

Akhir 1980-an, kami menyewa bus ke Singaparna, Tasikmalaya, sebagai rombongan penganten. Abdul Hamid, staf peneliti saya yang telah disebut, menikah di sana. Turut serta Ahmad Fadillah dan Toto. Kedua terakhir ini adalah anggota Kelompok Studi Mahasiswa Pena tang dipimpin Hamid. Geisz Khalifah, Yan Hiksas dan Ridwan Monoarfa turut menjadi anggotanya.

Toto adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dan luas bacaannya. Dengan alasan bahwa HMI harus berkembang kembali di universitas besar, maka saya mendorong Toto maju menjadi ketua umum PB HMI. Inilah yang saya sampaikan kepada Ferry di dalam bus itu. Sebagai Ketua Badko Jawa Barat, Ferry tentu punya pengaruh besar. ‘Kalau kamu setuju,’ kata saya, ‘maka saya akan keliling Indonesia mengkampanyekan Toto. ‘Bagus itu Bang. Saya dukung,’ respons Ferry.

Persetujuan Ferry inilah yang saya sampaikan kepada Toto. Tapi, rencana ini gagal diiringi tertawa menggelegar. Perkaranya, Toto dengan terkejut merespons usul saya dengan kalimat: ‘Oh! Ketua Umum PB HMI Cabang Jakarta?’

Halaman:

Editor: Syaefurrahman Albanjary

Tags

Terkini

X