Guru Ngaji dan 15 Santrinya di Ponpes Nurul Barokah Supit Urang, Pronojiwo, Lumajang Menolak Dievakuasi

- Senin, 5 Desember 2022 | 15:20 WIB
Bukan hanya sang guru ngaji yang menolak dievakuasi, bahkan ia juga tidak mengizinkan 15 santrinya dievakuasi petugas gabungan.(foto/ist)
Bukan hanya sang guru ngaji yang menolak dievakuasi, bahkan ia juga tidak mengizinkan 15 santrinya dievakuasi petugas gabungan.(foto/ist)

Lumajang, Cakrawala.co- Merasa tidak takut bencana, awan panas Gunung Semeru seorang guru ngaji di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menolak dievakuasi aparat gabungan.

Bukan hanya sang guru ngaji yang menolak dievakuasi, bahkan ia juga tidak mengizinkan 15 santrinya dievakuasi petugas gabungan.

“Saya yang bertanggungjawan, apapun yang terjadi. Saya yang bertanggungjawab,  “ katanya kepada petugas yang merniat mengevakuasi mereka.

Bahkan sempat terjadi ketegangan, ketika petugas meminta sejumlah santrinya untuk ikut dievakuasi.

“Kamu sudah hubungi keluarga ? Sudah kontak, sudah ngebel keluarganya belum, sudah nyambung,” tanya petugas kepada salah seorang santri.

Santri inipun menurut, dan mau dievakuasi petugas gabungan. Tetapi saat akan di ajak serta naik mobil, guru ngaji pesntren kecil ini pun meminta agar tidak ada santrinya yang dibawa, dan memerintahkan agar semua santrinya  mengikuti perintahnya.

“Ojo koyo ngono, ojo, ojo ! Sudah belakang sana, wong nggak ada apa-apa kok,”printah sang guru ngaji pada santrinya yang akan dievakuasi petugas.

“Ojo koyok ngene, saya yang bertanggungjawab, wong gak ada apa-apa kok. Bledos-ledos apa,” kata guru ngaji berjubah putih itu.

Maka petugas gabungan yang berusaha menyelamatkan para santri dari terjangan erupsi Gunung Semeru ini pun akhirnya mundur teratur.

Halaman:

Editor: Suyono Sugondo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X