Warga Lereng Semeru Diminta Menyingkir, Lontaran Batu Pijar Mencapai 5 Kilometer Dari Puncak

- Minggu, 4 Desember 2022 | 15:59 WIB
Msyarakat di Lereng Semeri diminta menyingkir dari raidius 5 kilometer dari puncak karena lontaran batu pijar berbahaya ( foto/ist)
Msyarakat di Lereng Semeri diminta menyingkir dari raidius 5 kilometer dari puncak karena lontaran batu pijar berbahaya ( foto/ist)

Jakarta, Cakrawala.co- Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), menyatakan, sumber awan panas guguran Gunung Semeru berasal dari tumpukan di ujung lidah lava yang berada sekitar 800 meter dari puncak atau Kawah Jonggring Saloko.

Sebagai antisipasi dampak yang ditimbulkan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang turun ke lapangan untuk kaji cepat dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kami sudah berada di pos pantau. Hembusan awan panas masih berlangsung dengan jarak antara 5 sampai 7 kilometer. Pos pantau kita jaraknya kurang lebih 12 kilometer dari puncak Semeru," ujar Joko Sambang, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang, Minggu (4/12).

Joko menambahkan, berdasarkan pantauan di lapangan bersama tim PVMBG, abu vulkanik terlihat membumbung tinggi ke atas dan cenderung mengarah ke selatan.

Sebagai antisipasi adanya dampak risiko abu vulkanik, tim BPBD Kabupaten Lumajang juga membagikan masker gratis kepada masyarakat.

 

"Abu vulkanik mengarah ke selatan, ke Rowo Baung. Di sana sudah ada teman-teman membagikan masker dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat," katanya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar menjauhi zona merah Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Minggu (4/12).

Sementara itu, PVMBG juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dan menjauhi wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Halaman:

Editor: Suyono Sugondo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X