Takut Kalah Pamor dengan Anies, Jokowi Pilih Batal Hadiri Munas Kahmi

- Sabtu, 26 November 2022 | 22:12 WIB
Munas KAHMI XI di Palu (Ist/antara)
Munas KAHMI XI di Palu (Ist/antara)

 

JAKARTA, CAKRAWALA.CO,- Presiden Joko Widodo batal membuka Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang berlangsung di Palu Jumat (25/11/2022).

Presiden akhirnya diwakili Wapres KH Ma'ruf Amin untuk membuka Munas KAHMI. Hadir dalam pembukaan adalah mantan Wapres Jusuf Kalla selaku ketua Dewan Etik KAHMI, Mahfud MD, Ferry Mursyidan Baldan, Anies Baswedan dan banyak alumni HMI lainnya.

Refli Harun dalam kanal YouTubenya secara khusus membahas ketidakhadiran Presiden sebagai "takut kalah pamor" karena ada Anies Baswedan dalam acara pembukaan.

Refli Harun membacakan informasi yang ditulis Ayu Nutiraharjo kepadanya bahwa pada awalnya, ketika panitia Munas beraudiensi dengan presiden, disampaikan bahwa Presiden bersedia membuka Munas.

Namun dua hari sebelum Munas, protokol Presiden termasuk di dalamnya ada kepala BIN Daerah datang ke Palu. Mereka rapat dengan panitia dan memastikan presiden akan hadir jika panitia mencoret satu nama dalam undangan pembukaan. Nama itu adalah Anies Baswedan. Protokol Presiden menyarankan panitia agar Anies cukup diundang pada Gala Dinner sebelum pembukaan.

Protokol Presiden sikapnya tegas, jika ingin Presiden hadir, maka tidak boleh ada Anies di ruangan. 

Panitia pun galau, namun tetap bersikap bawa panitia memutuskan untuk tidak membatalkan Undangan Anies Baswedan, karena Anies adalah alumni HMI. Konsekuensinya Presiden pun tidak hadir dan digantikan Wapres Ma'ruf Amin.

"Itulah kejadian yang senyatanya terjadi. Bahkan unsur BIN yang hadir sempat mengatakan, kalau ada Anies di dalam ruangan Presiden pasti kalah pamor dengan Anies. Iya juga ya," ujar Refli Harun membacakan Surat Ayu.

Prediksi itu terbukti, ketika Munas dibuka tetiakan nama Anies terdengar berulang- ulang sampai Wapres Ma'ruf Amin pun menyebut nama Anies.

Halaman:

Editor: Syaefurrahman Albanjary

Tags

Terkini

X