• Sabtu, 10 Desember 2022

Ironis, Mayoritas Pemilih Tidak Tahu Sebagian Besar Partai Politik yang Ada di DPR

- Kamis, 24 November 2022 | 14:38 WIB
Saiful Mujani, Pendiri SMRC. Foto (YouTube/SMRC TV)
Saiful Mujani, Pendiri SMRC. Foto (YouTube/SMRC TV)

CAKRAWALA.CO - Mayoritas pemilih tidak tahu sebagian besar partai politik yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal itu terungkap dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang disampaikan pendiri SMRC, Saiful Mujani melalui program ‘Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ bertajuk “Apa yang Pemilih Tahu tentang Partai Politik?” melalui kanal YouTube SMRC TV pada Kamis, 24 November 2022.

Dalam presentasinya, Saiful menjelaskan bahwa warga memilih partai politik dengan asumsi partai tersebut menawarkan sesuatu yang cocok dengan kepentingan pemilih itu sendiri. Biasanya hal tersebut terkait dengan ide atau bisa disederhanakan dengan platform partai.

Misalnya seseorang memilih PKS karena memperjuangkan aspirasi tentang politik Indonesia lebih memiliki warna Islam. Atau memilih Golkar karena memiliki pengalaman yang panjang pro-pembangunan ekonomi. Memilih partai karena partai tersebut memperjuangkan gagasan atau aspirasi tertentu. Ini yang disebut platform, tentang bagaimana pemilih melihat partai politik.

Baca Juga: SMRC: PDIP Menguat, Demokrat Stagnan, Partai Lain Melemah

Dalam survei yang dilakukan SMRC di awal November 2022, diteliti tentang seberapa dalam pengetahuan pemilih tentang partai politik. Apakah publik memilih karena alasan platform atau tidak? Untuk mengetahui hal tersebut, penelitian ini dimulai dengan pertanyaan apakah publik mengetahui partai politik yang bersaing dalam Pemilu?

Saiful menyatakan bahwa harapannya publik mengetahui separuh dari partai yang ada di parlemen sehingga mereka bisa membandingkan antara satu partai dengan partai yang lainnya.

Dalam pertanyaan terbuka, publik diminta menyebutkan sebanyak-banyaknya nama partai yang diketahui atau pernah didengar. Hasilnya menunjukkan hanya PDIP dan Partai Golkar yang diketahui umumnya pemilih Indonesia.

Yang mengaku tahu PDIP 75 persen dan Golkar 69 persen. Tujuh partai parlemen lainnya tidak disebut oleh mayoritas pemilih Indonesia. Hanya 47 persen yang menyebut Demokrat, Gerindra 45 persen, PAN 41 persen, PPP 40 persen, PKB 37 persen, Nasdem 34 persen, dan PKS 30 persen. Sementara partai-partai lain di bawah 20 persen.

“Hanya dua partai yang melekat di kepala masyarakat Indonesia, hanya PDIP dan Golkar,” terang Saiful.

Untuk menyebut nama partai saja, kemampuan pemilih Indonesia sangat terbatas.

Halaman:

Editor: Mohammad Zaini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BMKG Temukan Penyebab Gempa Cianjur

Kamis, 8 Desember 2022 | 21:33 WIB
X