• Selasa, 31 Januari 2023

KPID Jabar dan Sespimma Polri Berkolaborasi Cegah Radikalisme di Lembaga Penyiaran

- Selasa, 18 Oktober 2022 | 16:06 WIB
Diskusi Praktik Kerja Profesi Sespimma Polri dengan KPID Jabar (Humas KPID Jabar/Topan)
Diskusi Praktik Kerja Profesi Sespimma Polri dengan KPID Jabar (Humas KPID Jabar/Topan)

 

Bandung, Cakrawala.co,- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dan Sespimma Polri bersepakat mencegah radikalisme di lembaga penyiaran. Untuk itu kedua lembaga diharapakan dapat melakukan edukasi bersama kepada masyarakat dan lembaga penyiaran untuk mencegahnya.

Hal ini merupakan salah satu kesimpulan dalam diskusi dalam rangka Praktek Kuliah Kerja Profesi peserta didik Sespimma Polri angkatan 68 yang berlangsung di KPID Jawa Barat Selasa (18/10/2022).

“Kami berharap dalam waktu dekat kita dapat melakukan MOU antara Sepimma Poldai dan KPID Jawa Barat untuk menindaklanjuti kolaborasi ini,” kata Kordinator Kelembagaan KPID Jabar Roni Tabroni.

Seperti dikatakan Komisioner Syaefurrahman Albanjary, banyak irisan yang sama antara Polisi dan KPID. Di antaranya adalah menjaga ketertiban masyarakat, khususnya masyarakat penyiaran.

Mengutip hasil penelitian Litbang Kompas, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran M Sudama Dipawikarta menyampaikan bahwa pemicu radikalisme itu 30% disebabkan oleh kurangnya pemahaman agama yang benar di tengah masyarakat. Persentase yang tertinggi dibanding pemicu-pemicu lainnya.

"Maka sebagai upaya preventif, KPID Jabar sudah mengeluarkan surat edaran tentang program siaran keagamaan di Lembaga Penyiaran, yang diantaranya menekanka agar lebih selektif dalam memilih narasumber acara keagamaan, agar memberikan pencerahan kepada masyarakat dalam menciptakan ketentraman dalam kehidupan beragama."

Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran Jalu P. Priambodo memaparkan intisari dari P3SPS yang terkait dengan antisipasi penyebaran paham radikalisme di Lembaga Penyiaran.

Sememtara itu Komisioner Bidang PS2P Elang Gantoni Malik menyampaikan paparan mengenai optimalisasi peran masyarakat melalui wadah yang bernama Pengawas Isi Siaran (PIS) Jabar.
KPID Jabar pernah menemukan potensi konflik di masyarakat dalam pemberitaan televisi di daerah dalam kasus keagamaan di Cirebon. “Untungnya berita itu langsung di takedown sehingga tak menyulut emosi masyarakat,” kata Wakil Ketua KPID Jabar Ahmad Abdul Basith.

Halaman:

Editor: Syaefurrahman Albanjary

Tags

Terkini

Perlu Diusut Hakim Ubah Kalimat Putusan Bermakna Lain

Minggu, 29 Januari 2023 | 08:53 WIB

Gempa M5,6 Guncang Morotai Minggu dini hari  

Minggu, 29 Januari 2023 | 04:22 WIB
X