• Sabtu, 26 November 2022

Berita Penyekapan dan Intimidasi Orang Tua Siswa SMA Negeri I Wates di Kantor Satpol PP, Bikin DPRD Geram

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 22:13 WIB
Agung Purmono, korban penyekapan dan intimidasi sejumlah orang di Kantor Satpol PP Pemda Kabupaten Kulon Progo, Kamis 29 September 2022, lalu, hari ini ini kembali menggelar konferensi pers di Kantor LBH Yogyakarta. (foto Ist)
Agung Purmono, korban penyekapan dan intimidasi sejumlah orang di Kantor Satpol PP Pemda Kabupaten Kulon Progo, Kamis 29 September 2022, lalu, hari ini ini kembali menggelar konferensi pers di Kantor LBH Yogyakarta. (foto Ist)

Kulon Progo, Cakrawala.co – Agung Purmono,  salah satu wali siswa SMA Negeri I Wates, Kulon Progo, yang menjadi korban penyekapan dan intimidasi sejumlah orang di Kantor Satpol PP Pemda Kabupaten Kulon Progo, Kamis 29 September 2022, lalu, hari ini ini kembali menggelar konferensi pers di Kantor LBH Yogyakarta. Ia menegaskan, bahwa dirinya mengalami intimidasi saat diminta datang ke Kantor Satpol PP Pemda Kulon Progo. Ia bersedia datang karena ia mengira terkait pekerjaan, sebagai sesama PNS di lingkungan Pemda Kabupaten Kulon Progo. “Saya mengira permintaan datang ke Satpol PP terkait pekerjaan, karena saya juga PNS Pemda Kulon Progo. ternyata di sana hadir banyak komponen, diantaranya Kelapa Sekolah SMA Negeri Wates dan jajarannya, Ketua Komite Sekolah SMA Negeri Wates, Kasat Pol PP Pemda Kulon Progo, dan jajarannya. Apa-apaan ini,” katanya. Rupanya permintaan untuk datang ke Kantor Satpol PP terkait dengan aksi protesnya terhadap kebijakan pembelian seragam sekolah SMA Negeri I Wates yang dinilai janggal. Dengan harga Rp 1,8 Juta, tetapi bahannya tidak berkualitas. Berbagai pertanyaan dan klarifikasi pun bergulir dari sejumlah orang yang datang dalam ruangan tersebut. “ Ada Kepala Sekolah SMA Negeri I Wates, Aris Suwasana dan Ketua Komite Sekolah SMA Negeri I Wates, Sarji, yang juga Sekretaris Dewan ( Sekwan) DPRD Kabupaten Kulon Progo, Ada Wakil Kepala Sekolah Bidang Akedemik/Kurikulum, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras, Bendahara SMAN 1 Wates, dari Paguyuban Ortu ( POT ) Nurhadi , Suhartono,” ujarnya. Yang mengejutkan selain ada  Ketua  Komite Sekolah SMA Negeri I Wates, Sarji yang kebetulan menjabat Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Kulon Progo, ada juga  Kasatpol PP Kulon Progo Drs. Sumiran dan Kepala Bidang Trantibum Alif Romdhoni, SSTP. “Apa urusannya, apa kaitannya Kasat Pol PP dengan protes saya soal seragam sekolah SMA Negeri I Wates, apa hubungannya, coba dijawab ? Apa urusannya ? “ tanya Agung Pramono, retoris. Karena mengalami penyekapan dan intimidasi, setelah aksi protesnya soal pembelian seragam sekolah SMA Negeri I Wates, itulah Agung Pramono melaporkan sejumlah orang yang terlibat dalam peristiwa penyekapan dan intimidasi tersebut ke Direskrim Polda DIY, didampingi kuasa hukumnya LBH Yogyakarta. Berita soal penyekapan dan intimidasi ini pun terus bergulir kencang, dan mendapat perhatian banyak media selama tiga hari terakhir ini. Bahkan sejumlah media sosial muncul orasi Agung Pramono saat konferensi pers di Kantor LBH Yogyakarta, dan terus menuai dukungan netizen. Melihat pergerakan media yang demikian kencang,  Pimpinan DPRD Kulon Progo pun memanggil Kasat Pol PP Pemda Kulon Progo beserta jajarannya yang terlibat dalam penyekapan dan intimidasi tersbut untuk dimintai klarifikasi. “Bukan hanya klarifikasi, tetapi mempertanyakan apa urusannya Sat Pol PP Pemda Kulon Progo dengan keruh pembelian seragam SMA Negeri I Wates. Ini, sama sekali tidak masuk akal. Tupoksinya Sat Pol PP tidak terkait dengan pembelian seragam, tetapi mengawal kebijakan Pemda Kulon Progo,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo, Muhatrom Asrori. DPRD Kulon Progo perlu meminta keterangan Kasat Pol PP Pemda Kulon Progo, kenapa peristiwa penyekapan dan intimidasi ada di Kantor satpol PP, karena persoalan carut marut pengadaan seragam sekolah SMA Negeri I wates, tidak masuk dalam tupoksinya Sat Pol PP, lanjutnya. “Masalah penyekapan dan intimidasi ini tentu sangat serius. Kalau sekedar prank atau bohong-bohongan tentu tidak sampai melapor ke Direskrim Polda DIY.  Ini akan berbuntut panjang jika tidak segera ditangani dengan serius. Jika benar adanya, terjadi tindak penyekapan dan intimidasi, oleh sejumlah pejabat dan aparatur pemerintah hancur ini, ” tegasnya. ( gon/j-2)

Editor: redaksi jogja 2

Terkini

Korban Tewas Gempa Cianjur Tembus 300 orang Lebih

Jumat, 25 November 2022 | 21:54 WIB

5 Jenazah Korban Longsor Cianjur Kembali Ditemukan

Jumat, 25 November 2022 | 16:16 WIB
X