• Minggu, 27 November 2022

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo Panen Kacang Tanah di Sragen

- Senin, 10 Januari 2022 | 21:16 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo,Saat menyerahkan bantuan alat pertanian secara simbolis di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Sragen,Senin (10/1/2022). Foto Agung Bram.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo,Saat menyerahkan bantuan alat pertanian secara simbolis di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Sragen,Senin (10/1/2022). Foto Agung Bram.

    Sragen  Cakrawala.Co,-Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini terus mendorong pengembangan produk hingga hilirisasi pangan lokal. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian nasional dengan mendorong para pelaku usaha untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas produk olahan pangan berorientasi ekspor.         Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan)  Saat melakukan panen sekaligus hilirisasi kacang tanah di#Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Sragen, bersama Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah, jajaran Eselon I Kementerian Pertanian. Senin (10/1/2022).   Mentan mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya menggairahkan produksi kacang tanah sebagai pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi strategis serta dapat meningkatkan langsung perekonomian masyarakat pedesaan maupun perekonomian nasional melalui pasar ekspor.   "Saya hadir di sini agar Sragen menjadi lebih maju, Bayangkan 2 tahun kita dihajar covid-19 namun hanya sektor pertanian yang mampu bertahan,”ungkap Mentan.   Pada Triwulan II 2020 PDB Sektor pertanian tumbuh 16,24 persen di tengah sektor lain turun. Hal yang sama terjadi pada ekspor pertanian mengalami peningkatan lebih dari 47 persen tahun 2021. Oleh karena itu, saya mau Sragen menjadi kawasan percontohan budidaya kacang tanah hingga hilirisasinya. “ Kalau bupati punya semangat tinggi, kita ekspor kacang," jelas Mentan.   Menurut Mentan hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi, bahwa komoditi pangan lokal Indonesia harus didorong memasuki pasar-pasar konsumsi Internasional. Oleh karenanya, pangan lokal harus dipersiapkan dan diperkenalkan dengan baik sehingga mampu menggaet perhatian pasar ekspor.   "Ini adalah yang diharapkan Bapak Presiden, yakni melakukan reguler maksimum. Jadi kegiatan regulernya Bupati kita booster dan mengkorporasikan petani, dimana dari hulu ke hilirnya kita asistensi sampai dengan tingkat off taker atau marketnya disiapkan dengan baik," terangnya.   Mentan juga menegaskan Kementan bersama Komisi IV DPR RI dan pemerintah daerah Sragen tak hanya berupaya meningkatkan produksi kacang tanah, namun juga berupaya memastikan jaminan harganya. Salah satunya dengan menggandeng off taker untuk mempertemukan pasar dengan petani sehingga sama-sama mendapat keuntungan.   Mentan menambahkan pengembangan budidaya kacang tanah pun harus diwujudkan dengan konsep integrasi farming sehingga tidak hanya memproduksi kacang tanah namun juga mendorong peningkatan produksi komoditas lainnya. Hal ini pun merupakan upaya untuk meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan petani melalui pemanfaatan potensi pertanian yang ada secara optimal.   "Kita akan terapkan teknologi, petani tidak hanya tanam kacang tapi juga bisa disisipkan tanaman kedelai dan jagung serta lainnya yang akan panen bergantian dalam satu hamparan sehingga stagnasi aktivitas perekonomian masyarakat bisa kita perkecil," bebernya.   "Upaya mendorong pengembangan kacang tanah ini pun kita intervensi dengan artificial intelligence, mekanisasi pertanian, penumbuhan petani milenial, dan yang terpenting penyiapan dana KUR (kredit usaha rakyat,- red) yang harus kita dorong bersama perbankan untuk memudahkan petani mendapatkan modal usaha," tambah SYL.   Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan, Produksi kacang tanah di Indonesia tahun 2020 naik 0,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 437 ribu ton dan komoditas kacang tanah sendiri menyumbang Rp 152,5 miliar dari total ekspor pertanian Rp 352,09 triliun. "Hari ini kita panen, berikutnya luas tanam kita upayakan meningkat dari tahun kemarin, jadi panennya bisa lebih banyak lagi. Ke depan kita dorong ekspor tidak lagi dalam bentuk komoditi, namun dalam bentuk produk jadi. Ini pentingnya arahan Mentan SYL untuk lakukan hilirisasi produk-produk pangan," ungkap Suwandi.   Sementara Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menuturkan Sragen merupakan lumbung padi nasional. Pemerintah daerah Sragen pun tengah mendorong pengembangan komoditas lainnya, salah satunya kawasan kacang tanah dengan luas di tahun 2021 sebesar 3.232 ha dan pengembangan di tahun 2022 menjadi 4.390 ha.   "Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Bapak Menteri Pertanian yang telah banyak menggelontorkan bantuan untuk Kabupaten Sragen. Bantuan meliputi benih padi, kedelai, jagung, porang dan bantuan benih kacang tanah dengan pupuk non subsidi," ucap bupati.   Pada kegiatan di Sragen tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga menyerahkan bantuan pertanian seperti alat mesin pertanian, benih padi, jagung, kedelai, porang dan kacang tanah. Selain itu penandatanganan MoU Petani dengan PTPN IX dan MoU BUMDes dengan Offtaker kacang tanah.(Agung Bram).  

Editor: Cakrawala Solo

Tags

Terkini

Korban Tewas Gempa Cianjur Tembus 300 orang Lebih

Jumat, 25 November 2022 | 21:54 WIB

5 Jenazah Korban Longsor Cianjur Kembali Ditemukan

Jumat, 25 November 2022 | 16:16 WIB
X