• Jumat, 9 Desember 2022

Kopral Bagyo Sentil Pejabat Daerah Yang Melarang Pelatih di Wilayahnya Berkumis

- Jumat, 31 Desember 2021 | 22:18 WIB
Partika Subagyo Lelono,atau akrab dipanggil Kopral Bagyo,saat menggelar aksi di plaza Manahan  memprotes larangan berkumis yang dilontarkan salah satu pejabat daerah.Jumat (31/12/2021) Foto (Agung Bram).
Partika Subagyo Lelono,atau akrab dipanggil Kopral Bagyo,saat menggelar aksi di plaza Manahan memprotes larangan berkumis yang dilontarkan salah satu pejabat daerah.Jumat (31/12/2021) Foto (Agung Bram).

  Solo Cakrawala.Co,-Kopral Bagyo yang saat ini aktif sebagai relawan PMI Solo serta Pelatih Fisik mahasiswa di kampus Akbara Surakarta. Mengaku sakit hati dengan pernyataan Seorang Pejabat Daerah yang melarang pelatih di wilayahnya memelihara kumis. Bagyo bahkan curiga pejabat yang dimaksut tidak bisa berkumis.         Partika Subagyo Lelono yang selama ini memelihara kumis, dan dikenal memiliki segudang aksi nyeleneh dan mengagumkan, Sangat tersinggung, ada pejabat daerah melarang pelatih olahraga di daerahnya memelihara kumis. Menurut Bagyo,kumis merupakan kebanggaan dan pemberi semangat.   Publik mengenal sosoknya dengan panggilan Kopral Bagyo. Meski sudah pensiun. Dia kini aktif untuk menggelar aksi kemanusiaan bersama PMI Solo,Serta menjadi pelatih fisik di kampus Akbara. Meski orangnya tergolong sangat ceria, Namun Bagyo ternyata juga sakit hati saat kumis yang selama ini menjadi kebanggaanya dilarang dipelihara di daerah lain, Apalagi oleh pelatih.   Sebagai bentuk kekesalan terkait kumis yang dilarang oleh salah satu pejabat daerah, Jumat (31/12/2021).Siang tadi Bagyo beraksi di plaza Manahan. Dengan membentangkan poster bertuliskan,”Jangan kambing hitamkan kumis, Selamatkan pelatih berkumis,” serta membawa bendera merah putih yang ditancapkan di tas ranselnya, Bagyo menggiring bola kesana kemari.   Sambil sesekali mendrible bola dibawah guyuran gerimis hujan yang membasahi solo, Jumat (31/12/2021) Siang, Bagyo sapaan akrabnya mengecam pernyataan larangan berkumis yang dilontarkan seorang kepala daerah tersebut.   Bagyo menjelaskan, aksi yang dilakukannya ini,untuk menyikapi pernyataan seorang pejabat daerah yang melarang pelatih pelatih olahraga di wilayahnya memelihara kumis alias berkumis.” Itu sangat tidak betul,”katanya.   Bagyo juga mengaku sakit hati,”Justru himbauan saya ya, pribadi “saya menghimbau kepada para pejabat pejabat dari pusat, hingga pelatih pelatih olahraga sampai atletnya berkumis,meski sehelai,menumbuhkan kebanggan dan pemberi semangat. “ Saya curiga ini,jangan jangan pejabat yang melarang pelatihnya berkumis tidak bisa berkumis,”tegasnya.   Bagyo menambahkan, Itu pelanggaran Hak Asasi Kumis (HAK) bukan HAM, Makanya jangan melarang berkumis, karena beliau sendiri tidak bisa berkumis.Jangan mengkambing  hitamkan kumis,Hidup kumis.” Pungkas Bagyo. Seperti diketahui,Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mantan ketum PSSI dan juga Eks Pangkostrad melarang pelatih olahraga di wilayah yang dipimpinnya memanjangkan atau memelihara kumis, Dengan  alasan orang berkumis identik dengan manusia berjiwa tua.(Agung Bram).

Editor: Cakrawala Solo

Tags

Terkini

BMKG Temukan Penyebab Gempa Cianjur

Kamis, 8 Desember 2022 | 21:33 WIB

Kapolri : Pelaku Bom Bunuh Diri Merupakan Napiter

Kamis, 8 Desember 2022 | 15:37 WIB
X