• Jumat, 2 Desember 2022

Ignasius Jonan: Target Listrik Presiden Jokowi Tidak Akan Selesai Tahun 2019-2020

- Rabu, 19 Juli 2017 | 16:23 WIB

JAKARTA CAKRAWALA.CO - Menteri ESDM Ignasius Jonan memastikan program pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW yang menjadi target dari Presiden Joko Widodo belum akan selesai di tahun 2019-2020. Dalam 3 tahun ke depan, target yang masih dapat dikejar sekitar 20.000 MW.

"Tambahan kapasitas 35.000 MW masih akan terus berlanjut. Kami paham bahwa sebagian pembangkit tidak jadi di 2019-2020. Kami prediksikan kapasitas 20.000 MW di 2019 atau 2020," kata Jonan dalam sambutannya saat membuka acara GE: Powering Indonesia di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Jonan memastikan, meskipun target 35.000 MW tidak selesai sesuai target pada tahun 2019, bukan berarti program listrik 35.000 MW mandek. “Program pembangunan untuk mencapai target 35.000 MW akan terus berlanjut dan akan tetap diselesaikan. Program ini akan berlanjut pada 5 tahun berikutnya. Semuanya diperkirakan akan selesai pada tahun 2024 – 2025,” ujar Jonan lebih lanjut.

Masih dalam sambutannya di acara GE: Powering Indonesia, Jonan juga mengingatkan bahwa persoalan listrik bukan hanya masalah kecukupan pasokan listrik saja, tapi juga mengenai keterjangkauan tarif listrik oleh masyarakat. “Pemerintah selalu berharap bahwa tarif listrik akan menjadi lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu kebijakan penting kelistrikan selain penambahan kapasitas adalah mengenai keterjangkauan harga listrik,” papar Jonan.

Jonan menegaskan, jangan sampai ada masyarakat yang tidak bisa membeli listrik. Masyarakat Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote, ini kapasitas ekonomi masyarakatnya sangat berbeda-beda. Untuk orang dengan pendapatan dibawah rata-rata GDP dan tinggal di perbatasan, keterjangkauan harga listrik adalah isu besar.***D/red

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Politik Identitas ala Jokowi, Makin Jelas Arahnya

Selasa, 29 November 2022 | 08:44 WIB
X