• Jumat, 2 Desember 2022

Manisnya Gula Semut Sepakung, Semanis Harmoni Warganya

- Senin, 10 Juli 2017 | 10:01 WIB

BANYUBIRU SEMARANG CAKRAWALA.CO ,- Matahari sudah di atas kepala saat kami tiba di Desa Sepakung. Tapi itu tak sepenuhnya mengusir hawa dingin. Desa Sepakung berada di lereng utara Gunung Telomoyo, dengan ketinggian lebih dari 1000 MDPL. Secara administratif Desa Sepakung masuk wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang,  Jawa Tengah.

 Sebagaimana kebanyakan daerah pegunungan lainnya, desa ini kaya akan hasil alam. Terutama tanaman produksi yang tumbuh secara alamiah di lereng Gunung Telomoyo dan Gunung Kelir.

   Satu diantaranya adalah pohon aren. Warga setempat secara tradisional memanfaatkan nira aren untuk diolah menjadi gula aren atau gula jawa.

   Di indonesia, gula jawa ini sudah tidak asing lagi karena banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dalam mengolah makanan dan minuman sehari-hari.

   Selain itu, gula aren juga dipakai untuk bahan baku industri seperti pabrik kecap dan industri dodol serta jenang dan keperluan industri olahan makanan lainnya.

 Seiring perkembangan di bidang teknologi pangan, beberapa warga kemudian juga mengolah nira aren menjadi gula semut. Bedanya, jika gula aren dicetak dalam bentuk bundar dan besar, maka gula semut memproses nira aren menjadi butiran-butiran kecil seukuran pasir.

   Disebut gula semut karena butiran ini berwarna coklat kemerahan. Jadi sepintas memang mirip – mirip dengan sarang semut. Dibandingkan gula aren yang dicetak bundar seperti pada umumnya, gula semut ini lebih tahan lama. Bisa disimpan dalam jangka waktu hingga dua tahun tanpa mengalami perubahan warna dan rasa jika di bungkus dalam tempat yang rapat.

   Ini karena kadar air yang terdapat pada gula semut hanya berkisar antara dua hingga tiga persen saja.

  Olahan gula aren dan gula semut di desa sepakung ini disebut juga dengan gula organik. Karena memakai nira hasil alam tanpa pupuk kimia. Begitu juga pengolahannya, sama sekali tidak dicampur dengan bahan lain.

Ini gula semut dalam bentuk kristal yang kering dan manis, foto dok

Salah satu perajin gula semut di Desa Sepakung adalah Susiati. dulu, ia juga perajin gula aren cetak. Kemudian setelah ia mendapatkan pelatihan pembuatan gula semut, kini ia beralih menekuni gula semut.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Politik Identitas ala Jokowi, Makin Jelas Arahnya

Selasa, 29 November 2022 | 08:44 WIB
X