• Sabtu, 10 Desember 2022

Manfaatkan Gipsum, Petrokimia Gresik Berhasil Kurangi Efek Rumah Kaca hingga 89,15 Ton CO2

- Kamis, 24 November 2022 | 18:35 WIB
Gresik, Digna Jatiningsih (tengah) saat menjadi pembicara dalam event internasional “Indonesia Pavilion on COP-27 UNFCCC. Foto (Humas Petrokimia Gresik)
Gresik, Digna Jatiningsih (tengah) saat menjadi pembicara dalam event internasional “Indonesia Pavilion on COP-27 UNFCCC. Foto (Humas Petrokimia Gresik)

CAKRAWALA.CO - Petrokimia Gresik merespon perubahan iklim dunia salah satunya dilakukan dengan mengurangi gas rumah kaca hingga 89,15 ton karbon dioksida (CO2) dari pemanfaatan gipsum sepanjang tahun 2015 hingga 2022. Hal ini disampaikan Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih saat menjadi pembicara dalam event internasional “Indonesia Pavilion on COP-27 UNFCCC” di Mesir beberapa waktu lalu.

Dalam materi berjudul "Utilization Gypsum Waste in the Petrochemical Industry", Digna menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik berupaya menjaga lingkungan dengan memanfaatkan gipsum menjadi produk bernilai tambah bagi pertanian dan industri nasional. Diantaranya, untuk pembuatan pupuk ZA, Neutralized Crude Gypsum (NCG) dan Petro-Cas, serta pembuatan Purified Gypsum.

“Limbah gipsum yang dihasilkan Petrokimia Gresik tidak termasuk golongan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (Nomor SK.238/MENLHK/SETJEN/PLB.3/5/2021, Red). Dengan status ini, Petrokimia Gresik lebih flexible dalam pemanfaatannya,” tandas Digna.

Baca Juga: Setahun Mangga Gadung Petrokimia Dorong Peningkatan Ekonomi Pasca Pandemi

Gipsum Petrokimia Gresik merupakan produk sekunder dari pabrik bahan baku NPK, yaitu asam fosfat (phosphoric acid). Hilirisasi produk gipsum ini juga menjadi bagian dari program related diversified industry yang dijalankan perusahaan.

Adapun total pemanfaatan gipsum Petrokimia Gresik untuk produksi pupuk ZA selama periode 2015-2022 sebanyak 1.689.405 ton. Pupuk ini dapat meningkatkan produksi hasil tebu dan tanaman hijau menjadi lebih segar.

Petrokimia Gresik juga mengoptimalkan 1.249.872,46 ton gipsum untuk produksi NCG dan Petro-Cas di periode yang sama. NCG sendiri dapat dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan bata ringan, plasterboard. Sementara untuk Petro-Cas diproduksi Petrokimia Gresik untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Sementara, untuk memproduksi purified gypsum, Petrokimia Gresik telah memanfaatkan gipsum hingga 5.247.342,24 ton, selama 2015 hingga 2022. Purified Gypsum diproduksi untuk mendukung kemajuan industri semen nasional, yaitu sebagai bahan penolong.

Dari pemanfaatan gipsum selama tujuh tahun ini, Petrokimia Gresik mampu mereduksi gas rumah kaca sekitar 89,15 ton karbon dioksida dari penggunaan alat transportasi dan alat berat.

"Pemanfaatan gipsum ini menjadi upaya Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup, karena kepedulian terhadap lingkungan menjadi instrumen penting bagi perusahaan untuk keberlangsungan perusahaan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Mohammad Zaini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rakerda DPD Nganjuk Bersama DPW Amphibi Jatim

Jumat, 17 Juli 2020 | 22:41 WIB

BPBD Gorontalo Beri Bantuan Korban Kebakaran

Senin, 16 September 2019 | 17:10 WIB

Pemprov Gorontalo Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Senin, 16 September 2019 | 16:55 WIB

Jelang FPDL, Pemkab Gorontalo Lakukan Operasi Sampah

Rabu, 11 September 2019 | 21:30 WIB

Melalui Vaksinasi Penyakit Antraks Bisa Diobati

Senin, 2 September 2019 | 19:45 WIB
X