Beranda PERISTIWA Lawan Hoax, Ketua Komisi A DPRD DIY Dukung Polri Tegakan UU ITE

Lawan Hoax, Ketua Komisi A DPRD DIY Dukung Polri Tegakan UU ITE

0
BERBAGI

JOGJAKARTA CAKRAWALA.CO,- Dalam kehidupan sehari-hari ketika menggunakan media berjejaring sosial (medsos) warga Yogyakartadiminta bijak.
Jangan sampai penggunaan media itu justru memperkeruh suasana, terlebih menjelang pemilu, sehingga muncul fitnah, hoax dan ujaran kebencian.

Hal ini mengemuka dalam Diseminasi Konten Positif Diskominfo DIY 2019, Menciptakan Pemilu Damai yang Partisipatif tanpa Hoax dan Ujaran Kebencian, Minggu (10/2/2018), di Yogyakarta.

“Ayo gunakan sosmed secara bijak, dengan tetap dilandasi aspek ideologi Pancaila untuk kehidupan yang saling membahagiakan. Jari jari kita jadikan alat pemersatu bangsa dengan budi pekerti luhur dan sikap bijak saat bermedsos,” ungkap Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, selaku narasumber.

Baca Juga  ISI Yogjakarta Mewisuda 264 Mahasiswa S1, S2,S3 dan Ahli Madya

Di hadapan peserta yang terdiri dari Muslimat NU, Fatayat dan IPNU (Ikatan Pelajar Mahasiswa Nahdlatul Ulama), Eko Suwanto menyampaikan pentingnya warga bermedsos dengan dilandasi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan membawa damai.

“Ada pengguna sosmed sekarang yang galak bahkan dengan dulur sendiri galak. Saring sebelum sharing. Ati-ati tenan menggunakan sosmes. Nek lagi nesu HP-ne didohke ya. Intinya kita harus melawan hoax termasuk mendukung Polri lakukan penegakan UU ITE,” imbuh Eko Suwanto.

Khusus kepada peserta, Eko Suwanto berpesan gunakanlah sosmed dengan dilandasai budi pekerti yang luhur agar tak terjerembab dalam fitnah, hoak maupun ujaran kebencian.

Baca Juga  Warga Rundeng Dambakan Jaringan 3G dan 4G

“Bersama Pemda DIY, Muslimat, Fatayat dan IPPNU membangun Jogja untuk bijak bermedsos,” kata dia.

DPRD DIY dan Pemda DIY saat ini sudah mensahkan Perda tentang TIK, yang bermanfaat tidak hanya untuk meningkatkan pelayanan publik tetapi juga mendukung keamanan dan ketertiban serta penanggulangan bencana.
Dia sepakat, Dinas Kominfo sebagai instansi yang melaksanakan perda tersebut memperoleh dukungan, termasuk dari sisi penganggaran.

“Tahun ini, Diskominfo DIY memperoleh alokasi anggaran Rp 16 miliar untuk membangun infrastruktur jaringan internet di 438 desa. Pada 2020 semua desa di DIY terjangkau internet. Akan dibangun lagi 80 titik free wifi, tahun kemarin, 120 titik. Termasuk free wifi untuk kampung wisata, desa budaya dan berbagai tempat untuk mendorong pembangunan ekonomi rakyat,” ungkap Eko Suwanto.

Baca Juga  Makanan Kadaluarsa dan Kemasan Rusak Masih Beredar di Pantura

Eko Suwanto menyatakan pada prinsipnya DPRD DIY mendukung penuh Diskominfo DIY untuk melakukan literasi media sosial. Dengan demikian masyarakat Yogyakarta dapat terbentengi dari dampak buruk penggunaan medsos.

Selain Eko Suwanto, kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY tersebut juga dihadiri narasumber Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY Ahmad Sidqi, Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono serta Rahmad Sutopo dari Diskominfo DIY. (okta/ santosa)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar