Home PERISTIWA HUKUM & KRIMINAL Komunis Gaya Baru Merajalela, GRATIS Gelar Aksi Penolakan Terhadap Faham Komunisme

Komunis Gaya Baru Merajalela, GRATIS Gelar Aksi Penolakan Terhadap Faham Komunisme

0
SHARE
Komunis Gaya Baru Merajalela, GRATIS Gelar Aksi Penolakan Terhadap Faham Komunisme - image  on https://www.cakrawala.co

CAKRAWALA.CO, SURABAYA – Gerakan Rakyat Anti Komunis (GRATIS) menggelar aksi penolakan Komunis Gaya Baru (KGB) di halaman depan Rektorat Kampus Universitas Airlangga (UNAIR), Jl. Dr. Ir. Soekarno, Surabaya.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Haris Budi Kuncahyo mengatakan bahwa, Komunis Gaya Baru merupakan determinan intelektual yang bergerak dan melakukan pembalikan fakta baik sejarah.

“Pemikiran maupun konstruksi sejarah yang kemudian mempresentasikan ideologi Komunisme sebagai konflik sosial politik. Maka agenda besar KGB adalah dekonstruksi ideologi Komunisme menjadi Sosialisme, ucapnya saat berorasi. Rabu, (16/01).

Dalam rilisannya GRATIS yang disampaikan Korlap Haris, dirinya menolak keras segala bentuk KGB yang mengajarkan faham dan pendidikan, pelatihan , pemberdayaan dan kerja partai politik, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) maupun Yayasan, serta Kepemimpinan yang membenarkan Faham Komunisme dalam kehidupan berbangsa dan benegara pada kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga  Tanpa Kembang Api, Malam Pergantian Tahun Baru Imlek 2570 Di Solo Tetap Meriah.

“Kami GRATIS, mendukung kegiatan sweeping yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bakesbangpol), Satpol PP, Kejaksaan Negeri (Kejari), dan Tentara Negara Republik Indonesia (TNI) terhadap buku atau media yang berbau Partai Komunis Indonesia (PKI) atau Faham Komunisme guna diteliti, dikaji, didokumentasikan, bahkan dimusnahkan sesuai hasil pengkajian dalam perspektif Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,” tegasnya.

“Kami Gerakan Rakyat Anti Komunis mengajak seluruh elemen masyarakat, kaum Agama dan Kepercayaan untuk bersiap siaga terhadap bangkitnya Komunis Gaya Baru yang lahir bukan dari keturunan PKI, akan tetapi karena tidak faham sejarah dan telah menjadi bagian dari agenda Komunisme Internasional,” tutup Haris. 

Perlu diketahui, sebelum massa aksi melakukan aksinya, berkumpul terlebih dahulu di lapangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Jl. Kertajaya Indah No. 4, Manyar Sabrangan, Mulyorejo, Surabaya. 

Setelah menggelar aksi di halaman depan Rektorat Kampus Unair, Korlap Haris melayangkan surat laporan pengaduan terhadap Airlangga Pribadi Kusman sebagai Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unair yang diduga telah melakukan pembohongan publik, bahwa TNI melakukan razia sweeping buku berbau PKI bersama Tim Gabungan.

Baca Juga  Lari Maraton Ratusan Siswa Meriahkan HUT RI Ke-72 di Gresik

Adapun spesifikasi pelaporan Korlap Haris atas perkara Dosen Unair tersebut, yakni :

  1. Ujaran kebencian TNI dan Presiden Joko Widodo;
  2. Intervensi politik terkait menurunnya dukungan pemilih Jokowi;
  3. Terindikasi kuat mendukung Faham Komunisme dan menyebarkannya melalui media online secara terbuka;
  4. Menghancurkan martabat TNI sebagai Aparat Penjaga NKRI dengan mengatakan Fasisme Militer, padahal berdasarkan laporan masyarakat.

Komunis Gaya Baru Merajalela, GRATIS Gelar Aksi Penolakan Terhadap Faham Komunisme - image  on https://www.cakrawala.co

Dari surat aduan tersebut, Korlap Haris melayangkan suratnya kepada Rektor Universitas Airlangga, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur, Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur.

Baca Juga  Rumah Anggota DPRD Cianjur Dibobol Maling

Elemen yang mengikuti aksi, yakni :

  1. Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI)
  2. SOLID NKRI
  3. Laskar Garuda Nusantara (LGN)
  4. Gerakan Umat Indonesia Bersatu (GUIB)
  5. Gerakan Bela Negara (GBN)
  6. EKSPONEN 98
  7. Himpunan Putra Putri Angkatan Darat (HIPPAKAD)

(ari)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar