• Rabu, 27 September 2023

Riset Terbaru, Ternyata Makan Tempe Rutin Bisa Mencegah Pikun

- Jumat, 2 Juni 2023 | 10:18 WIB
Ilustrasi penderita pikun. (Foto: pixabay.com)
Ilustrasi penderita pikun. (Foto: pixabay.com)

CAKRAWALA.CO - Pikun merupakan penyakit yang umumnya menyerang orang-orang berusia 65 tahun keatas dengan ditandai menurunnya daya ingat.

Dalam dunia medis, pikun seringkali dijadikan gejala penyakit yang disebut demensia atau penyakit Alzheimer. Penyakit ini mengacu pada penurunan fungsi otak seperti menurunnya daya ingat dan kecepatan berpikir serta berperilaku.

Ada beberapa tingkat keparahan dari tingkat rendah hingga tinggi, dan dapat berujung pada kematian.

Baca Juga: Khasiat Tersimpan Bawang Putih Atasi Berbagai Penyakit, dari Batuk hingga Impotensi

Meski faktor keturunan ikut berperan pada penyakit pikun, banyak faktor lain yang juga turut memberi pengaruh seperti menderita penyakit jantung, diabetes, obesitas, serta pola makan tidak sehat berisiko meningkatkan potensi munculnya pikun pada masa tua.

Selain itu, tidak aktif berolahraga, merokok, dan tidak melakukan hobi yang melatih kerja otak seperti membaca buku atau melakukan permainan yang mengasah daya ingat dan berpikir otak, merupakan pemicu menurunnya kesehatan otak.

Walau penyakit pikun ini tidak bisa disembuhkan, seseorang bisa mencegah risiko terkena penyakit ini. Salah satu cara untuk mencegah terjangkit penyakit pikun adalah mengkonsumsi makanan fermentasi seperti tempe secara rutin sejak dini hingga masa tua.

Hasil riset terbaru tim Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya menunjukkan bahwa ekstrak minyak dari tempe dapat menghambat pengembangan penyakit pikun sejak dini melalui beberapa cara.

Ekstrak ini juga dikembangkan dalam bentuk kapsul gel menyerupai kapsul minyak ikan pada umumnya.

Salah satunya manfaatnya adalah ekstrak tempe mencegah terbentuknya amyloid plak serta akumulasi protein tau sebagai penyebab utama pikun yang dibuktikan secara in vitro dalam laboratorium memakai sel Schwann sebagai salah satu jenis sel di otak.

Amyloid plak dan protein tau adalah protein yang terbentuk pada penderita pikun. Senyawa ini menghambat kerja sel otak hingga menyebabkan kematian sel-sel otak secara bertahap.

Tempe dapat menghambat mekanisme pembentukan dua senyawa tersebut berdasarkan penghambatan ekspresi gen-gen yang terlibat dalam pembentukan penyakit pikun menggunakan teknik real-time PCR.

Jika dibandingkan dengan galanthamine dan donepezil sebagai obat komersial penderita pikun, sari tempe juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan proses kolinergik (komunikasi sel otak) di otak lewat penghambatan enzim asetilkolinesterase dan butirilkolinesterase melalui analisis enzimatik spektrofotometri.

Pada penderita Alzheimer, kedua enzim ini memecah neurotransmitter di otak secara berlebihan sehingga komunikasi antarsel otak menjadi terhambat.

Baca Juga: 6 Manfaat Kopi Pahit Bagi Kesehatan dan Cara Menyeduhnya

Halaman:

Editor: Mohammad Zaini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kecanduan Menonton Film Dewasa? Ini 8 Tips Mengatasinya

Senin, 11 September 2023 | 14:26 WIB
X