• Selasa, 31 Januari 2023

Polisi Tetapkan 6 Orang Tersangka Korupsi Dana Hibah Dispora Kepri

- Senin, 11 April 2022 | 13:54 WIB

BATAM, CAKRAWALA.CO - Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri mengungkap kasus dugaan korupsi belanja hibah bidang Kepemudaan dan Olah Raga pada DPA-PPKD Pemerintah Provinsi Kepri yang menggunakan dana APBD dan APBD Perubahan Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2020 dengan nilai kerugian keuangan Negara Sebesar RP 6.2 Milliar. ″Terdapat enam laporan polisi dan enam orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka," ujar Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar dalam komprensi pers, Senin (11/4/2022). Menurut Surya, dari para tersangka ini mempunyai peran masing-masing. Bahkan, Surya juga menyebutkan bahwa kasus ini berawal dari adanya Informasi dari masyarakat. Sehingga, kata Surya, tanggal 20 Desember 2020 Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri mulai melaksanakan penyelidikan atas informasi dimaksud dengan melakukan permintaan keterangan kepada sejumlah orang terdiri dari pihak Pemerintah Provinsi Kepri, pihak penerima hibah, pihak notaris dan pihak pemilik atau pegawai tempat dilaksanakanya kegiatan hibah. ″Dari hasil penyidikan ditemukan perbuatan melawan hukum dan didukung dengan minimal dua alat bukti yang sah serta telah adanya hasil audit kerugian keuangan negara oleh tim audit dari kantor perwakilan BPKP Provinsi Kepri sebaimana laporan hasil audit kerugian keuangan negara nomor : SR - 141 /PW28/5/2022, tanggal 4 April 2022 dengan nilai kerugian keuangan negara total Loss atau sebesar Rp 6.215.000.000,-," ungkap AKBP Surya Iswandar. Masih kata Surya, penyidik melakukan serangkaian tindakan penyidikan berupa melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 77 orang saksi. Kemudian melakukan penyitaan terhadap barang bukti terkait perkara berupa uang sebesar Rp 233.650.000,- yang telah disita dari penerima hibah serta sejumlah dokumen-dokumen terkait. Surya menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan para ahli, salah satunya dengan tim auditor dari perwakilan BPKP Provinsi Kepri dalam hal melakukan audit penghitungan kerugian keuangan negara terkait perkara dimaksud. Sementara Wadir Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan menyebut secara global bahwa perkara ini adalah perkara korupsi dana hibah dan yang telah di sidik sebenarnya ada sekitar 20 milyar. Namun, tutur AKBP Nugroho dalam penyidikan, pihaknya membagi menjadi empat cluster dengan mengungkap kasus cluster pertama yaitu di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri dengan kerugian Negara sebesar Rp 6.215.000.000,-. "Dengan tersangka enam orang dan tersangka utama nya berinisial TR alias WH, Pegawai Negeri Sipil di Pemprov Kepri dan dibantu oleh lima orang lainnya yang telah disampaikan tadi," jelas Wadir Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan. Lebih lanjut, Nugroho mengemukakan atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Atau Pasal 3 UURI no. 20 Tahun 2001 Perubahan Atas UURI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 K.U.H.Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp. 1 milyar. (*/Fik)  

Editor: redaksi riau

Tags

Terkini

Anggota DPRD Tanjungpinang Temui Warga Soal Parit

Selasa, 22 November 2022 | 07:15 WIB

Rumah Warga di Penyengat Roboh Akibat Cuaca Buruk

Minggu, 20 November 2022 | 23:26 WIB

Wako Rahma Sampaikan Ranperda APBD TA 2023

Selasa, 15 November 2022 | 08:34 WIB
X