• Kamis, 8 Desember 2022

Pemkab Lingga Belum Tentukan Sikap Soal Pemasangan Kabel Bawah Laut

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:08 WIB

LINGGA, CAKRAWALA.CO – Pemerintah Kabupaten Lingga menghadiri undangan konsultasi publik yang digelar PT Sun Cable di aula Hotel Lingga Pesona, Kamis (21/10/2021). Konsultasi publik ini berhubungan dengan rencana instalasi dan pengoperasian kabel bawah laut HVDC melalui kepulauan perairan di Indonesia dan Perairan di Provinsi NTT, NTB, Babel dan Kepri. Bupati Lingga Muhammad Nizar mengatakan, Pemkab Lingga belum memastikan sikap terkait proyek strategis ini. Menurut Nizar, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum rencana kegiatan instalasi dan pengoperasian kabel bawah laut HVDC tersebut berjalan seperti analisis dampak lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Sementara proyek yang bakal berjalan ini bukan sepenuhnya demi kepentingan nasional. Hanya saja proyek pemasangan kabel bawah laut Australia-Singapura ini, kebetulan melewati kepri khususnya Lingga. “Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga, dapam hal ini menerima tidak, menolakpun juga tidak. Karena memang ini izin yang sudah ada dari pusat. Yang kebetulan proyek ini melalui perairan di Kepulauan Riau,” katanya, Kamis (21/10/2021). Meski demikian, Nizar mengaku tidak ingin menghambat investasi di daerah, apalagi sudah mendapatkan dispensasi izin-izin yang ada dari pusat. Namun, Nizar meminta agar dampak lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat menjadi pertimbangan PT Sun Cable sebelum beroperasi, karena Pemkab Lingga tak ingin ini menjadi ancaman serius dan menimbulkan permasalahan baru ditengah masyarakat. “Saya pengen menyampaikan ada persoalan-persoalan dan itu menjadi catatan kepada pihak PT. Sun Cable untuk dirapatkan kepada tim. Kekhawatiran saya menjadi ancaman serius terhadap dampak lingkungan dan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Lingga khususnya. Nanti akan menjadi persoalan baru kami di daerah,” ujarnya. Ia meminta agar rencana pembangunan kabel bawah laut itu perlu komitmen dan penjelasan yang sangat jelas dan terus terang dengan kemungkinan resiko terburuknya. Pada tahap awal konstruksi, proyek ini akan mengakibatkan kekeruhan atau peningkatan padatan tersupensi air laut yang bersifat sementara dan akan jernih kembali dalam waktu tidak lama. Kondisi ini akan menyebabkan terganggunya biota laut dan aktivitas nelayan yang bersifat sementara. “Terimakasih kepada undangan yang hadir dan mendengar studi analisis dampak lingkungan dari proyek strategis peletakan kabel Australia Singapura yang melewati kepulauan Riau ini,” papar Nizar. (Usman)

Editor: redaksi riau

Tags

Terkini

Anggota DPRD Tanjungpinang Temui Warga Soal Parit

Selasa, 22 November 2022 | 07:15 WIB

Rumah Warga di Penyengat Roboh Akibat Cuaca Buruk

Minggu, 20 November 2022 | 23:26 WIB

Wako Rahma Sampaikan Ranperda APBD TA 2023

Selasa, 15 November 2022 | 08:34 WIB

Gubernur Ansar Resmi Buka Mubes IV LAM Kepri 2022

Minggu, 30 Oktober 2022 | 22:36 WIB

Sabu 32 Kilogram Disita, Nahkoda Nekad Cebur ke Laut

Jumat, 28 Oktober 2022 | 18:17 WIB
X