Beranda NASIONAL Kemenangan Kolom Kosong, Awal Pilwali Yang Sebenarnya

Kemenangan Kolom Kosong, Awal Pilwali Yang Sebenarnya

0
BERBAGI
Kemenangan Kolom Kosong, Awal Pilwali Yang Sebenarnya - image pemenang-pilkada-kotak-suara--640x422 on https://www.cakrawala.co
Ilustrasi

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Kemenangan Kolom Kosong (KoKo) di hasil rekapitulasi suara di tingkat KPU kota Makassar dengan mengalahkan calon tunggal Munafri arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) di Max One hotel jln Taman Makam Pahlawan (TMP), Jum’at (06/07/2018) adalah awal pemilihan walikota Makassar yang sebenarnya.

Kekalahan calon tunggal yang juga CEO PSM Makassar ini dari kolom kosong memiliki jumlah suara terbanyak 2 kecamatan, sedangkan kolom kosong mendominasi 13 kecamatan di kota Makassar yang mendapat perolehan suara 36,742 suara.

Perlu diketahui, kemenangan Kolom Kosong di Pilwali kota Makassar ini adalah kali pertama terjadi selama sepanjang sejarah pilkada di Indonesia. Sehingga menjadi trending topik dan pembicaraan politik di gedung Senayan Jakarta.

Baca Juga  Lebaran Masyarakat Bungur, Warga Makan Gratis

Dibalik Kemenangan kolom kosong ini ada tersimpan komunikasi politik yang memang ingin Pilwali kota Makassar di ulang 2020 nantinya. Sehingga banyak figur calon walikota dan wakil walikota Makassar yang akan maju.

Seperti halnya ucapan ketua komisi pemilihan umum (KPU) Republik Indonesia bahwa, pilkada kota Makassar akan di ulang 2020 mendatang setelah pileg dan pilpres usai dilaksanakan agar pelaksanaan pesta demokrasi tidak terganggu di 2019 mendatang.

Arief menjelaskan, pemilihan ulang ini ditetapkan setelah KPU Kota Makassar mengumumkan hasil pemilunya. Kolom kosong ditetapkan menang melawan pasangan calon tunggal Munafri Afifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Baca Juga  Nikmati Masa Libur Panjang, Wapres Jusuf Kalla Temani Cucunya Main Air

“Karena ini terjadi di 2018 dan 2019, kita konsentrasi untuk Pemilu nasional, Pileg dan Pilpres, maka dia (Pilwalkot Makassar) akan dilaksanakan di gelombang berikutnya, 2020. Maka ada konsekuensi, harus ditunjuk penjabat untuk melaksanakan roda pemerintahan di Makassar,” ujar Arief Budiman beberapa waktu lalu di Jakarta.

Yang menjadi pertanyaan adalah, Pilwali Makassar 2020 yang akan ramai di ikuti oleh para figur terbaik di kota Makassar apakah petahana Danny Pomanto akan ikut..???

Sementara itu, Danny Pomanto yang juga menjabat sebagai Walikota Makassar aktif rencananya akan kembali di panggil oleh Bawaslu terkait wewenangnya sebagi walikota Makassar mensosialisasikan kolom kosong di masyarakat dan belum lagi beberapa panggilan sebagai saksi di Polda Sulsel terkait beberapa kasus korupsi di kota Makassar. (Rez)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar