• Sabtu, 26 November 2022

Anggota DPR RI Ibnu Mahmud Bilalludin Berharap PAUD Masuk Sistem Pendidikan Nasional

- Sabtu, 24 September 2022 | 19:04 WIB

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO- Kementrian PPPA bersama Anggota DPR RI Dapil DIY, Ibnu Mahmud Bilalludin menggelar Sosialisasi Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan yang Berperspekif Gender di Yogyakarta, Jumat (23/9/2022). Kegiatan ini diikuti seratus lebih guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari lima kabupaten/kota DIY. Beberapa hal dibahas dalam acara ini dan salah satunya terkait kesejahteraan para guru PAUD yang belum memadai saat ini. Ibnu Mahmud Bilalludin, Anggota Komisi VIII DPR RI, mengakui sistem pendidikan nasional belum bisa mengakomodir pendidikan anak usia dini. Padahal menurut Ibnu PAUD dengan para pengajarnya sudah ada sejak dahulu dengan inisiasi komunitas bermodal dasar ikhlas. “ Apa yang dilakukan ibu dan bapak semua sangat luar biasa, dengan disiplin dan waktu yang disediakan. Kita harus memperjuangkan bagaimana agar masuk dalam sistem pendidikan nasional. Semoga perjuangan panjang ini bisa membawa hasil, karena niat baik demi bangsa dan negara akan disambut baik pihak lain,” tandas Ibnu. Sementara, Erlina Hidayati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY, mengatakan sampai saat ini kesejahteraan untuk para pengajar PAUD belum memadai. Namun begitu, dengan adanya Dana Keistimewaan (Danais) DIY, hal ini sangat mungkin menjadi prioritas usulan dan masuk dalam bagian penyaluran dana. “Ibu guru Paud di Himpaudi ini relawan yang luar biasa, karena sejak awal mereka menyiapkan anak sejak dini. Kami koordinasi dengan kabupaten/kota untuk pengembangan Paud, terlebih di DIY ada Danais. Namun karena kewenangan di kabupaten/kota padahal Danais di provinsi maka harus ada kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, naik ke Dinas Pendidikan DIY dan kerjasama dengan Dinas Kebudayaan maka untuk Paud ini sangat mungkin,” ungkap Erlina. Erlina menambahkan para pengajar paud sangat lekat dengan penanaman budi pekerti dan hal itu adalah bagian dari budaya masyarakat yang utama. “Penanaman nilai budi pekerti dan budaya itu berawal dari sini (Paud). Bagaimana ini bisa masuk dalam kerangka keistimewaan DIY, ini yang harus kita dorong dan optimalkan,” ujarnya. Dalam sosialisasi tersebut, kepada para pengajar Paud diminta agar lebih memberi perhatian terhadap terjadinya kekerasan baik fisik maupun psikis. Hal tersebut menjadi yang sangat penting karena korban kekerasan akan memiliki trauma panjang yang harus diurai. “Kita berupaya untuk secara bersama mencegah terjadinya kekerasan," pungkas Erlina. ( Okta/ Santosa )

Editor: redaksi jogja

Terkini

Pemda DIY akan Tindak Tegas Penyalahgunaan Izin Lahan

Kamis, 24 November 2022 | 20:50 WIB

Forum Konsultasi Publik Bahas RPJMD DIY 2022-2027

Kamis, 17 November 2022 | 05:52 WIB
X