• Sabtu, 26 November 2022

Pelajar Minta Suporter Indonesia Berdamai dan Tak Bemusuhan

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 15:38 WIB
Para siswa bawa poster ungapan duka cita untuk korban kanjuruhan.
Para siswa bawa poster ungapan duka cita untuk korban kanjuruhan.

SURABAYA, CAKRAWALA.CO  – Ratusan pelajar sekolah dasar gelar renungan dan doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. Selain doa bersama, pelajar juga menyerukan agar suporter di Indonesia bisa berdamai agar kejadian Kanjuruhan tidak terulang lagi. Tragedi di stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 suporter Arema FC mengundang keprihatinan pelajar di kota Surabaya. Ratusan pelajar Madrasah Ibtidahiyah Muhammadiyah 5 gelar doa bersama dan renungan di sekolah di kawasan Jojoran, Surabaya. Dalam acara renungan ini para pelajar membawa poster dan kertas yang berisi tulisan tentang unek-uneknya terkait tragedi Kanjuruhan dan masa depan sepak bola di Indonesia. Seperti, “Turut Berduka Cita atas kejadian di Kanjuruhan, ”Duka Untuk Sepak Bola Indonesia”, “Tidak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa” dan masih ada beberapa tulisan lainnya. Selain itu, Guru olah raga sekolah ini juga mmberikan pemahaman kepada para pelajar bagaimana menjadi supporter yang baik. Diantaranya, memberi dukungan penuh kepada timnya namun tidak brutal dan anarkis. Banyaknya korban jiwa yang diantaranya anak anak membuat pelajar ikut prihatin dan berduka. Selain doa bersama, pelajar ini juga menyerukan agar suporter di indonesia tidak bermusuhan dan damai. Bagi mereka , sepakbola adalah hiburan dan bukan untuk bertaruh nyawa karena rivalitas. Pelajar ini berharap pertandingan sepak bola bisa kembali aman dan nyaman untuk anak anak. “kami ikut berduka. Apalagi korbannya juga ada yang anak-anakl. Mereka ikut nonton bersama orang tuanya, namun jadi korban, meninggal dunia di stadion. Kami semua sedih melihatnya,” ungkap Muhammad Ezha , Salah seorang pelajar. Sementara itu dari pihak sekolah menyampaikan "keprihatinan atas kejadian ini, selain itu, kami ingin memberikan edukasi kepada anak didik kami bagaimana menjadi supporter yang baik, sehingga ke depan nonton bola itu bisa aman dan nyaman. Serta tidak ada lagi kejadian seperti di kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa,” ujar Umi Sarofah, Kepala Sekolah MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Para pelajar berharap tidak ada lagi kerusuhan suporter seperti di stadion Kanjuruhan Malang yang menelan korban jiwa. Mereka masih ingin menonton sepak bola yang menghibur, dengan suasana aman dan nyaman. (Mos/Win)

Editor: Redaksi Jatim

Tags

Terkini

LP Ma'arif NU Gresik Siap Songsong Kurikulum Merdeka

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB
X