• Selasa, 31 Januari 2023

Penutupan Jalan di Warugunung, Pihak Ahli Waris Akan Membuat Gugatan

- Selasa, 13 September 2022 | 19:29 WIB
Ahli waris Mustopo membentangkan tulisan di penertiban.
Ahli waris Mustopo membentangkan tulisan di penertiban.

SURABAYA, CAKRAWALA.CO - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur melaksanakan penertiban penutupan jalan akses menuju Rusunawa Sumurwelut, Selasa 13 september 2022. Penutupan jalan yang dilakukan ahli waris Mustopo sejak pertengahan bulan Juni lalu tersebut dianggap telah melanggar Perda Provinsi Jatim tentang penyelenggaraan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. ”kami sudah melakukan mediasi, melakukan teguran, dan melakukan peringatan. Kami juga memberikan waktu kepada pihak ahli waris untuk melakukan pembongkaran blockade jalan sebelum dilakukan penertiban,”kata Muhammad Imam Muklisin, Sub Kordinator bidang perumahan dan kawasan pemukiman. Namun sampai batas waktu yang diberikan, lanjut Imam, pembongkaran blockade belum dilakukan ahli waris Mustopo, maka dari itu hari ini kami laksanakan penertiban aset Pemprov Jawa timur dan mengembalikan fungsi jalan akses rusunawa Sumurwelut,”tambahnya. Inikan memang sudah ada sertifikatnya, dan pihak- pihak yang berkepentingan dalam hal ini bisa melakukan gugatan ke pengadilan supaya mendapatkan keputusan yang jelas.
-
Kegiatan penertiban Penutupan jalan akses rusunawa Sumurwelut. ”Dulu waktu pengadaan tanah sudah ada proses, dan sekarang ini sudah serifikat. Karenanya kita dari dinas berkewajiban untuk menjaga aset supaya bisa difungsikan oleh masyarakat sekitar,”tutup Imam Dalam kegiatan penertiban tersebut melibatkan sejumlah personil dari dari TNI dan Polri, tim pengamanan aset, serta pihak terkait lainnya. Beberapa peralatan pun disiapkan untuk memperlancar penertiban, diantaranya ada alat berat berupa backhoe. Sementara itu menurut kuasa hukum ahli waris Mustopo, Bang Jhon yang hadir pada penertiban tersebut mengaku segera membuat gugatan, hal itu berdasarkan buku leter C persil 3 d.IV no. reg 234 dengan luas 26.900 M2. Bang Jhon menyebut, pihak ahli waris tidak pernah menjual ataupun menggadaikan tanah tersebut, namun pada saat ada pembebasan lahan untuk jalan tol di Warugunung pada tahun 2015 lalu telah beralih nama. ”Dari situ pihak ahli waris Mustopo menduga ada proses pemalsuan dan penyerobotan tanah. Landasannya apa, terus proses peralihannya bagaimana, itu yang menjadi tanda tanya dan perlu diungkap,” jelasnya Sebelumnya pihak ahli waris sudah bolak-balik menanyakan terkait hal ini kepada pihak kelurahan Warugunung, ke Kecamatan, bahkan ke BPN, tetapi tidak mendapat jawaban. Bukan hanya itu, pada tahun 2016 pihak alhli waris pernah melaporkan Gatot Samsul Hadi, kepala kelurahan Warugunung yang menjabat saat itu, atas dugaan pemalsuan surat, memberikan keterangan palsu dan penyerobotan atau pengelapan tetapi kala itu tidak ada kelanjutannya,”tutupnya. Nampak hadir beberapa orang ahli waris Mustopo yang membawa Karton bertuliskan. ”Bapak Panglima TNI Jenderal TNI Andhika Perkasa saya mencari keadilan tanah ahli waris dari Alm Mustopo yang dijual mafia tanah” ada juga yang bertuliskan ” Bapak Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachaman tolong kami kasih keadilan”.  (Wid)

Editor: Redaksi Jatim

Tags

Terkini

Dihantam Gelombang Masalah, Arema FC Terancam Bubar

Senin, 30 Januari 2023 | 12:13 WIB
X