• Minggu, 5 Februari 2023

Polres Tunggu Audit Inspektorat Usut Dugaan Korupsi Puluhan Miliar Rupiah di PDAM Gresik

- Sabtu, 16 Juli 2022 | 10:20 WIB
Kantor PDAM Gresik. (Foto istimewa)
Kantor PDAM Gresik. (Foto istimewa)

Gresik, cakrawala.co - Polres Gresik saat ini tengah menunggu hasil audit Inspektorat Pemkab Gresik atas dugaan korupsi anggaran penyertaan modal sebesar Rp 25 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik Tahun 2019. Selain itu, polisi juga tengah mendalami dugaan korupsi tarikan meteran air dari pelanggan yang berlangsung sejak tahun 2004. Untuk tarikan pembelian meteran air ditengarai anggaran yang terkumpul mencapai Rp 42, 75 miliar lebih. "Iya betul bang. Kami masih bekerja dalam penanganan perkara itu," ucap Kasatreskrim Polres Gresik, Iptu Wahyu Rizki Saputro saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (16/7/2022). Menurut Wahyu, untuk menindaklanjuti laporan itu, pihaknya saat ini tengah menunggu hasil audit dari Inspektorat Pemerintah Kabupaten Gresik. Dua kasus dugaan korupsi di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gresik yang sekarang berubah nama menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik, dilaporkan Kordinator LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Mas'ud dan Kordinator Organisasi Kemasyarakatan (Orkesmas) Informasi dari Rakyat (IDR) Choirul Anam, pada 27 Mei dan 11 Juli 2022. Seperti yang dilaporkan Orkesmas IDR di Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik dengan Surat Bernomor: 020/IDRGSK/VII/2022. Pertama, penyalahgunaan dana meter air sebesar Rp 42,75 miliar. Kedua, penyertaan modal APBD tahun 2019 sebesar Rp 25 miliar. Menurut Cak Anam, sapaan akrabnya, dugaan korupsi penyalahgunaan dana meter air sebesar 42, 75 miliar berawal adanya SK Bupati No. 27 Tahun 2004. Dalam SK tersebut dana meter air Rp 2500 dibebankan kepada pelanggan setiap bulan saat pembayaran pemakaian air. Dana tersebut, kata Cak Anam, adalah dana yang dihimpun dari pelanggan untuk pengganti meter air yang diestimasi 5 tahun akan rusak. Faktanya, meter air yang terpasang pada pelanggan sudah puluhan tahun belum pernah rusak dan tidak pernah diganti. "Pungutan itu sampai sekarang tidak jelas. Karena tidak ada peremajaan meteran sehingga memunculkan kontroversi penagihan setiap bulannya. Ada yang tiba-tiba tagihan melonjak. Sehingga, banyak protes dari pelanggan sampai hari ini," bebernya. Cak Anam lantas merinci dana meter air sebesar Rp 42,75 miliar yang diduga dikorupsi tersebut. Dari total pelanggan PDAM (Perumda) 75.000 pelangqan sejak SK Bupati No. 27 Tahun 2004 ditetapkan adalah, Rp 2.500 X 228 bulan X 75.000 pelanggan = Rp 42,75 miliar. "Jadi, kami memperkirakan dana tarikan meteran air masyarakat pelanggan yang terkumpul sejak 2004 mencapai Rp 42,75 miliar," ungkapnya. Kemudian, tambah Cak Anam, dana penyertaan modal dari APBD Gresik Tahun 2019 Rp 25 miliar. Dana sebesar itu salah satunya untuk perbaikan jaringan instalasi air. Namun, sampai sekarang peruntukan dan pertanggungjawaban uang rakyat itu tak jelas. (Zen)

Editor: Redaksi Jatim

Tags

Terkini

Gerindra "Murkah" Akan Perkarakan Satpol PP Sidoarjo

Kamis, 2 Februari 2023 | 17:05 WIB
X