Polsek Srengat Selesaikan Kasus Pencurian 1 Kilogram Cabai Lewat Mediasi

- Rabu, 15 Juni 2022 | 18:58 WIB

BLITAR CAKRAWALA.CO - Polsek Srengat Polres Blitar Kota menyelesaikan kasus pencurian 1 kilogram cabai yang dilakukan oleh dua pemuda melalui mediasi. Sebelumnya, Polsek Srengat mengamankan kedua pemuda asal Desa Kauman, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar inisial MDF (19) dan APM (21) yang tertangkap tangan warga mencuri cabai di sawah milik Supriyono, warga Kelurahan Srengat, Selasa (14/6/2022) malam. Kapolsek Srengat Kompol MS Yusuf mengatakan, karena nilai kerugian pemilik sawah kecil yakni sekitar 70 ribu rupiah, pihaknya lalu melakukan mediasi untuk menyelesaikan kasus pencurian cabai tersebut. "Kedua pelaku tertangkap tangan sedang mencuri cabai, selanjutnya pemilik melaporkan ke Polsek Srengat. Kejadiannya kemarin malam," kata Kompol Yusuf, Rabu (15/6/2022). Yusuf mengatakan, barang bukti cabai yang diamankan dari kedua pelaku sekitar satu kilogram dengan nilai kerugian sekitar Rp 70.000. "Karena nilai kerugian yang dialami korban relatif kecil, kami mengupayakan lewat jalur mediasi dalam penanganan kasus tersebut dengan mendatangkan kedua belah pihak, yaitu pelaku dan korban serta mengundang Bhabinkamtibmas Kelurahan Kauman, ketua RW tempat tinggal pelaku, Paguyuban Petani Kelurahan Dandong dan orang tua masing-masing pelaku," terang Yusuf. Lanjutnya, setelah kedua belah pihak yang berperkara dipertemukan, akhirnya korban mencabut laporan dan tidak akan menuntut pelaku melalui jalur hukum serta memaafkan para pelaku. Kedua pelaku juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan dan disaksikan ketua RW dan orang tua masing-masing pelaku. "Kedua belah pihak, korban dan pelaku sepakat damai sehingga kasus tersebut tidak akan diproses lebih lanjut," sambungnya. Yusuf menjelaskan, mediasi itu merupakan salah satu bentuk penyelesaian masalah dalam penerapan Polmas melalui konsep Alternatif Dispute Resolution (ADR), yakni pola penyelesaian masalah sosial melalui jalur alternatif selain proses hukum atau non-litigasi yakni upaya perdamaian. "Dasar hukum yang dipergunakan, yaitu, Surat Kapolri No.Pol : B/3022/XII/2009/Sdeops, tanggal 14 Desember 2009, tentang Penanganan Kasus melalui ADR," terang Yusuf. Ia menambahkan, perkara yang diupayakan menempuh langkah ADR antara lain, perkara yang nilai kerugiannya kecil, namun tetap harus disepakati oleh pihak-pihak yang berperkara. "Jika tidak terdapat kesepakatan dari para pihak, maka baru diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum," jelasnya. "Tindak pidana ringan dengan ancaman hukuman kurang dari 3 bulan, juga harus diupayakan menempuh langkah ADR," pungkas Kapolsek Srengat. (ek)

Editor: Redaksi Blitar

Tags

Terkini

X