Sembilan Desa di Gresik Masuk Ring 1 Proyek Smelter PT Freeport Indonesia

- Rabu, 1 Juni 2022 | 06:01 WIB
Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, (tengah) didampingi Erika Silva selaku technical manajer affair (kanan) saat memberi pempaparan project Smelter Gresik. Foto (Zen/cakrawala.co)
Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, (tengah) didampingi Erika Silva selaku technical manajer affair (kanan) saat memberi pempaparan project Smelter Gresik. Foto (Zen/cakrawala.co)

Gresik, cakrawala.co - PT Freeport Indonesia (FI) menetapkan 9 desa di Kecamatan Manyar dan Bungah, Kabupaten Gresik, masuk ring 1 proyek Smelter, di kawasan Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE). "Sesuai kajian kami, ada 9 desa di wilayah Kecamatan Manyar dan Bungah, Kabupaten Gresik masuk ring I, ring prioritas proyek Smelter," kata Project Manager Smelter PT FI, Erika Silva, Selasa (31/5/2022). Adapun sejumlah desa yang dimaksud yakni 5 di Kecamatan Manyar (Manyar Sidorukun, Manyarejo, Manyar Sidomukti, Karangrejo, dan Banyuwangi) dan 4 di Kecamatan Bungah (Bedanten, Tanjung Widoro, Kramat, dan Watuagung). "Kesembilan desa tersebut menjadi prioritas kami, baik dalam tenaga kerja, maupun corporate social responsibility (CSR)," ucap Erika. Selama konstruksi hingga beroperasi, Smelter membutuhkan 40 ribu pekerja. Hingga bulan April 2022, sudah ada 1.800 pekerja dan dari jumlah ini, pekerja yang direkrut dari masyarakat sekitar sebanyak 160 orang atau 8 persen. "Sementara sisanya dari ring 2 (Kabupaten Gresik) 14 persen, ring 3 (Jawa Timur) 28 persen, dan ring 4 (nasional) 50 persen," urai Erika. Setelah beroperasi pada 2024, kebutuhan tenaga (pekerja) skill (keahlian) maupun high skill tinggal sekitar 1000 orang. Ia mengatakan bahwa PT FI intens berkomunikasi dengan pemerintah daerah setempat, Dinas Tenaga Kerja Gresik, kepala desa sekitar, dan tokoh masyarakat untuk pengisian tenaga kerja yang dibutuhkan. (Zen)

Editor: Redaksi Jatim

Tags

Terkini

X