• Kamis, 8 Desember 2022

PT INKA (Persero) Fasilitasi pelatihan Jahit dan Bordir Napi Narkoba Lapas Kelas 1 Madiun

- Senin, 6 Desember 2021 | 18:00 WIB
Pelatihan jahit dan bordir bagi narapidana Lapas Kelas 1 Madiun, yangbdi fasilitasi PT INKA (Persero) dengan menggandeng UNESA sebagai pelatih
Pelatihan jahit dan bordir bagi narapidana Lapas Kelas 1 Madiun, yangbdi fasilitasi PT INKA (Persero) dengan menggandeng UNESA sebagai pelatih

Madiun, Cakrawala.co - PT INKA (Persero) memfasilitasi pelatihan menjahit dan bordir bagi narapidana narkoba Lapas Kelas 1 Madiun, dengan menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Selama lima hari kedepan terhitung mulai tanggal 6 sampai 10 Desember 2021, sedikitnya 13 napi bakal mendapatkan rehabilitasi non medis ini. Direktur Pengembangan PT INKA (Persero), Agung Sedaju mengaku, baru pertama kali ini bekerjasama dengan Lapas Kelas 1 Madiun dalam hal pelatihan WBP. Dikatakan Agung, karena PT INKA (Persero) merupakan BUMN yamg bergerak di bidang perkerataapian, maka untuk pelatihan ini, pihaknya perlu menggandeng Unesa sebagai mentor pelatihan. "Awalnya, pak Asep bersurat kepada kami, untuk meminta bantuan alat-alat bordir sebagai sarana pelatihan. Karena kita bergeraknya di bidang perkerataapian, kami tidak memiliki kemampuan memberikan pelatihan jahit dan bordir. Karenanya kami merasa perlu menggandeng pihak Unesa yang memiliki jurusan busana untuk memberikan pelatihan," kata Agung.
-
Kalapas Kelas 1 Madiun, Asep Sutandar mengatakan, kegiatan pelatihan dan pembinaan kepribadian kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas 1 Madiun ini, untuk mempersiapkan ketika para WBP ini kembali ke masyarakat. Menurutnya, mereka perlu dibekali dengan keterampilan dan kemampuan yang mampu menopang kehidupan mereka yang lebih mandiri. "Pelatihan ini disiapkan untuk para warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat lagi. Harapannya, saat itu mereka sudah memiliki kemampuan dan lebih mandiri. Syukur Alhamdulillah PT INKA memberikan support fasilitas berupa alat bordir dan tenaga pelatihan," ujar Kalapas. Asep berharap, ini menjadi portal kerjasama secara berkelanjutan berikutnya. Artinya, bukan hanya dalam bentuk pelatihan saja, namun untuk produk yang dihasilkan oleh WBP, oleh PT INKA juga akan disiapkan tempat khusus untuk dipajang dan dijual. Disebutkan Asep, selain hasil jahit dan bordir nanti, hasil karya lain seperti batik dan aneka roti sudah lebih dulu di produksi oleh WBP.
-
Kalapas Kelas 1 Madiun, Asep Sutandar dan Direktur Pengembangan PT INKA (Persero), Agung Sedaju "Mudah-mudahan ini menjadi awal dimulainya bentuk lain kerjasama yang akan berlangsung secara terus-menerus, antara Lapas Kelas 1 dengan PT INKA," kata Asep. Sementara itu, Kinanti, salah seorang warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas 1 Madiun yang menjadi peserta pelatihan mengaku senang mendapatkan kesempatan belajar menjahit dan bordir. Menurutnya, pelatihan ini merupakan ilmu baru baginya yang kedepan diharapkan bisa menjadi bekal untuk lebih mandiri dan bermanfaat di tengah masyarakat. "Saya senang dapat kesempatan ikut pelatihan ini. Baru pertama kali ini saya ikut pelatihan seperti ini. Harapan saya, kalau nanti keluar dari sini (Lapas Kelas 1 Madiun) saya sudah punya kemampuan yang lebih bermanfaat. Karena kalau nanti kita keluar dan cari kerja, yang pasti kan butuh skill untuk mendukung," ujar Kinanti. *(Ayu)

Editor: Redaksi Jatim

Tags

Terkini

15 Puskesmas dan RSUD Gresik Terapkan BLUD

Rabu, 7 Desember 2022 | 13:30 WIB
X