Forkopimda Jatim Gelar Anev Penerapan PPKM Mikro

- Rabu, 16 Juni 2021 | 20:02 WIB

SURABAYA CAKRAWALA.CO - Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Mayjen Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, melakukan koordinasi terkait pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, bertempat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (15/6/2021) malam. Dalam kegiatan tersebut turut hadir, Sekda Provinsi Jatim, Danrem 084/Bhaskara Jaya, PJU Kodam V/Brawijaya, PJU Polda Jatim, Kapolrestabes Surabaya, Kepala OPD Provinsi Jatim, Kapolres Tanjung Perak dan Forkopimda Kabupaten/Kota, yang dilakukan secara virtual. Tujuan dilaksanakan koordinasi ini adalah untuk menganalisa dan mengevaluasi (Anev) pelaksanaan PPKM Mikro di Provinsi Jatim dan menentukan tindak lanjut khususnya Kabupaten Bangkalan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim menyampaikan, adanya penurunan Bed Occupancy Rate (BOR) Covid-19 setelah diberlakukannya PPKM Mikro. Namun demikian, perlu juga diwaspadai terhadap kenaikan BOR Covid-19 pasca adanya libur panjang. "Kapasitas tempat tidur ICU yang tersedia masih mencukupi sedangkan ketersediaan tempat tidur ICU terpakai mengalami peningkatan. Kapasitas tempat tidur Isolasi yang tersedia masih mencukupi dan kapasitas tempat tidur Isolasi terpakai mengalami penurunan," kata Kadinkes Jatim, Herlin Ferliana. Ditambahkannya, BOR ICU Covid-19 sebesar 48% dan BOR Isolasi Covid-19 sebesar 45%. BOR ICU Covid-19 lebih banyak dibandingkan dengan BOR Isolasi Covid 19, hal tersebut menunjukan pasien dengan kondisi berat/kritis lebih banyak dirawat di RS Rujukan Covid 19. "Data PPKM Mikro trend harian zonasi hijau dan kuning terjadi penurunan sedangkan untuk zonasi kuning dan merah mengalami peningkatan yang sangat signifikan," tambahnya. Sementara itu Ketua Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim menyebutkan, upaya strategis Pemkab Bangkalan dalam rangka penanganan Covid-19. Menyediakan tempat Konversi BPWS Madura sebagai ruang isolasi terpusat di Bangkalan dengan kapasitas 72 terisi 55 orang. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan agar Kepala daerah melaksanakan monitoring update data peningkatan kasus aktif Covid-19 serta ketersediaan BOR di Rumah Sakit daerah masing-masing. "Sehingga dengan begitu dapat cepat mengambil tindakan upaya antisipasi guna mencegah dan meminimalisir penularan virus Covid-19," jelasnya. Khofifah menambahkan agar ditingkatkan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan PPKM Mikro tersebut. Hal ini dilakukan guna mengurangi kegiatan yang menimbulkan kerumunan yang menjadi salah satu penyebab penyebaran virus Covid-19. "Konsultasikan kepada Satgas Covid-19 provinsi Jatim kegiatan PPKM Mikro agar dapat dilaksanakan optimal," lanjutnya. Di kesempatan itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan, ke depan, penyekatan agar dilakukan di dua arus perbatasan, baik masyarakat Madura yang akan berpergian ke Surabaya, maupun masyarakat Surabaya yang akan berpergian ke pulau Madura. "Penyekatan dua arah ini bertujuan agar tidak adanya diskriminasi bagi masyarakat Madura bahwa pemerintah provinsi hanya melindungi kota Surabaya sedangkan masyarakat Surabaya bebas keluar masuk pulau Madura tanpa harus dilaksanakan swab," ucap dia. Sementara itu, Pangdam V Brawijaya menyatakan agar seluruh kepala daerah yang mendapat amanah memimpin daerahnya senantiasa memiliki tanggung jawab dalam rangka mengikuti kegiatan rapat kordinasi yang dilaksanakan pemerintah provinsi Jatim. Hal ini sebagai wujud mempertajam pelaksanaan PPKM Mikro. "Tingkatkan solidaritas Forkopimda Kabupaten/ Kota dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Media sosial berperan penting dalam memberikan gambaran kepada masyarakat tentang betapa perlunya menerapkan protokol kesehatan," jelas Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Mayjen Suharyanto. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan, pelaksanaan kegiatan seperti pembagian masker, penyemprotan disinfektan, pemasangan spanduk himbauan protokol kesehatan, operasi yustisi serta pemberian sembako adalah upaya yang harus terus dilaksanakan dengan berkolaborasi antara TNI, Polri maupun pemerintah daerah. "Mempersiapkan tiga titik penyekatan di wilayah zona merah di Kabupaten Bangkalan. Baik secara stationer maupun mobile di perbatasan wilayah guna mengurangi mobilitas masyarakat," jelas Kapolda. "Operasi yustisi harus terus ditingkatkan sampai masyarakat memiliki kesadaran diri pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19," pungkasnya. (NN95/ek)

Editor: Dewan Redaksi

Tags

Terkini

X