• Rabu, 30 November 2022

Jelang Larangan Mudik Lebaran, BHS Pantau Harga Kebutuhan di Pasar Larangan

- Rabu, 21 April 2021 | 14:36 WIB
Tokoh Masyarakat, Bambang Haryo saat mendengar keluhan pedagang daging.
Tokoh Masyarakat, Bambang Haryo saat mendengar keluhan pedagang daging.

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO - Kebijakan pemerintah terkait larangan mudik lebaran harus disertai dengan jaminan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat di lingkungan perkotaan, termasuk Sidoarjo. “Tapi ingat bukan saja tersedia, tapi juga harus berkualitas dan patokan harga yang murah,” ujar tokoh masyarakat yang juga politisi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) yang ditemui di Pasar Larangan Sidoarjo, Rabu 21 April 2021 pagi tadi. Menurutnya, tradisi mudik Lebaran membuat konsentrasi masyarakat akan beralih dari kota ke desa. Secara otomatis demand bahan pangan warga kota biasanya menurun. “Tapi sekarang berbeda, permintaannya minimala  tetap bahkan bisa naik karena tingkat konsumsi masyarakat saat  Lebaran akan meningkat,” imbuh Tokoh Masyarakat yang gemar olah raga Karate ini. Dalam kondisi ‘normal’ itu saja, harga jual 11 komoditas dasar kebutuhan pangan pasti meningkat akibat tidak berimbangnya suply and demand pada musim perayaan hari besar keagamaan seperti ini. “Apalagi lebaran kali ini yang tanpa mudik, demand-nya pasti meningkat. Jadi dinas terkait harus melakukan pemetaan secara akurat terkait hal ini. Dihitung betul berapa jumlah kebutuhan beras, gula, daging ayam, daging sapi, telur  dan sebagainya itu. Lalu bagaimana dengan suply-nya,” imbuh mantan anggota DPR RI itu. Ia menandaskan adalah tugas pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk memberikan jaminan terkait ketersediaan, kualitas dan harga wajar bahan pokok tersebut yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Setelah melakukan pemetaan, diperlukan sinergitas antar pemerintah daerah. “Silahkan dikomunikasikan dan dikoordinasikan. Misalnya Surabaya kelebihan apa, kirim ke Sidoarjo. Begitu pula sebaliknya. Juga dengan Gresik dan daerah lain yang teringrasi. Dan itu harus dimulai dari sekarang,” tandas Bambang Haryo. Sementara itu dalam pemantauan yang dilakukannya terhadap perkembangan harga jual bahan pokok  di Pasar Larangan, menurutnya masih dalam batasan wajar. “Tadi saya tanya pada pedagang, harga daging sapi masih di kisaran Rp. 100 ribu per kilo. Daging ayam Rp 37 ribu dan katanya itu juga sudah turun. Masih bagus lah,” kata pria yang meraih suara terbanyak kedua dalam Pilkada Sidoarjo lalu itu. Sedang terkait infrastruktur pasar terbesar di Kabupaten Sidoarjo itu, Bambang Haryo menilai sudah cukup bagus meski masih diperlukan sedikit sentuhan untuk membuat aktifitas perdagangan disana bisa lebih nyaman, baik bagi pedagang maupun pembeli. Usai berdialog dengan pedagang, Politisi dari Gerindra itu mendapat kesimpulan bahwa, pedagang di Pasar Induk Larangan kekurangan akses modal. Meski ada program Kurda dari BPR Delta Artha dengan bunga 3 persen per-tahun, masih sedikit pedagang yang memanfaatkan itu. “Kurda itu bagus, hanya sosialisasi dan pendampingan pada pedagang yang kurang maksimal, sehingga mereka masih takut untuk melakukan pinjaman,” pungkasnya.

Editor: Redaksi Jatim

Tags

Terkini

6 Pemenang Anugerah Desa Wisata Trenggalek 2022

Minggu, 27 November 2022 | 19:03 WIB
X