• Sabtu, 26 November 2022

Ledakan di Asrama Brimob Grogol, Sukoharjo Berasal Dari Barang Bukti Hasil Razia

- Senin, 26 September 2022 | 08:21 WIB
 Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi,(tengah) Saat memberikan keterangan terkait ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo.Minggu (22/9/2022).Foto AgB.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi,(tengah) Saat memberikan keterangan terkait ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo.Minggu (22/9/2022).Foto AgB.

  Sukoharjo Cakrawala.Co,-Ledakan di Kawasan Asrama Polisi (Aspol) Grogol Indah Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah. Menyebabkan satu anggota polisi terluka. Ternyata Paket yang meledak merupakan hasil razia tahun 2021 lalu.     Satu anggota polisi yakni Bripka Dirgantara Pradipta ( 35) saat ini harus menjalani perawatan di rumah sakit Moewardi, Solo. Akibat peristiwa tersebut, lokasi kejadian yakni sisi timur markas Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor. dijaga ketat Brimob. Semua pintu masuk perumahan juga dijaga, namun warga s        etempat diizinkan masuk dengan menunjukkan identitas. Minggu (25/9/2022). Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam pers rilisnya mengatakan,Paket yang meledak di Kawasan Asrama Polisi (Aspol) Grogol Indah Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, ternyata merupakan hasil razia anggota polisi tahun lalu. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, benda yang dibungkus dalam paket kardus warna coklat, meledak pada pukul 18.20 WIB.   Kapolda Jateng Pastikan Tak Ada Unsur Teror dalam Insiden Ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo Hasil penyelidikan sementara, diduga bahan petasan itu dibawa oleh Bripda Dirgantara setelah melakukan razia di kawasan Jurug, Kota Solo. "Bahwa benar anggota kita yang hari ini menjadi korban, pernah melakukan razia satu tahun yang lalu," jelas Ahmad Luthfi di Polsek Grogol, Sukoharjo, Minggu (22/9/2022).   Bripda Dirgantara Pradipta (35), mengalami luka bakar 70 persen saat ini dirawat di Rumah Sakit Moewardi Solo. "Intinya saya pastikan bahwa ledakan di wilayah kita di daerah Sukoharjo tidak ada unsur teror. Hanya kelalaian anggota yang menyebabkan bahan itu meledak, mungkin lalai atau sebagainya, akan kami dalami," tegas Kapolda.   Terkait barang bukti razia yang diduga dibawa korban ke rumah, Lutfi menjelaskan saat ini masih dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut. "Nanti masalah anggota kita lalai, atau salah prosedur. Akan kami periksa," ujarnya.   Hasil pemeriksaan sementara bahwa paket itu datang dari Indramayu yang dipesan tanggal 22 April 2021 dikirim oleh CV Mandiri Sujono, untuk seseorang berinisial A di wilayah Klaten. Dalam perjalanan pengiriman, paket itu terjaring razia anggota polisi. "Bahan petasan, bubuk hitam kita temukan dua kantong plastik dengan ukuran 1 ons, 4 bungkus plastik. Sisanya residu kemudian ada sumbu petasan," ujar Kapolda.( AgB).      

Editor: Cakrawala Solo

Tags

Terkini

Viral Munas HIPMI di Solo Ricuh, Para Peserta Adu Jotos

Selasa, 22 November 2022 | 08:49 WIB
X